Showing posts with label buku. Show all posts
Showing posts with label buku. Show all posts

18 February, 2008

Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif



Judul : Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif
Penulis : Theodorus M. Tuanakotta
Penerbit: Lembaga Penerbitan FE-UI
Tebal : 609 halaman




Pasca krisis keuangan yang melanda Asia tahun 1997, tak terkecuali di Indonesia adalah cikal bakal lahirnya profesi baru di bidang Akuntansi dan Keuangan, yaitu Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif. Praktik profesi yang memadukan antara bidang akuntansi, audit, dan hukum ini bukanlah hal yang baru. Berangkat dari upaya global memerangi korupsi. Tahun 1977 Congress Amerika Serikat mengundangkan Foreign Corrupt Practices Act. Ini diikuti dengan langkah serupa oleh negara-egara OECD. PBB memprakarsai U.N. Convention Against Corruption (Bab 27). World Bank menerbitkan buku Combanting Corruption in Indonesia : Enhancing Accountantbility for Development. Asian Development Bank bersama OECD memprakarsai Anti-Corruption Intiative for Asia Pacific; yang juga meliputi ekstradisi dan bantuan hukum antar negara. Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif bersinggungan dan memanfaatkan disiplin ilmu-ilmu lain.

Didasarkan oleh dorongan situasi dan kondisi, juga kebutuhan yang tinggi semakin marak berbagai jenis fraud yang muncul terutama white-collar crime dan corporate crime, maka sudah menjadi kewajiban dikembangkannya bidang ini baik secara teoritis (konsep) maupun praksis (praktik). Di sektor swasta yang mendorong pengembangan bidang ini secara global adalah mencuatnya kasus Enron yang menghasilkan UU di Amerika Serikat (Sarbanes-Oxley Act 2002). Sedangkan di Indonesia sendiri, pengembangan bidang ini didorong oleh kasus BLBI dan upaya penyehatan perbankan di saat krisis, juga Due Dilligence di sektor perbankan baik swasta maupun BUMN dan Bank-Bank Pembangunan Daerah. Sedangkan pada sektor publik, bidang ini dicetuskan sebagai upaya untuk memerangi korupsi untuk mencapai tujuan Good Corporate Governance. Teknologi Informasi (TI) yang berkembang juga sangat berpengaruh membuka peluang kejahatan para kleptokrasi. Pada sudut pandang pajak cukup banyak kasus dalam praktek korporasi baik nasional maupun global yang melakukan trik-trik tipuan rekayasa laba dengan cara-cara yang tampak sepertinya etis untuk tujuan kompensasi manajemen, kontrak utang, dan menghindari pajak atau biaya-biaya politik. Biasanya, aparat pajak atau auditor independen tidak dapat berbuat banyak menghadapi trik-trik seperti ini.

Dari penjelasan-penjelasan tersebut dapat diambil benang merah bahwa titik berat Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif adalah upaya untuk penegakan supremasi hukum terkait fraud yang muncul dengan metode forensik dan investigasi.

Di Indonesia sendiri hanya buku milik Theodorus Tuanakotta yang membahas Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif, dari buku ini pembaca dapat memahami hal-hal sebagai berikut:

1. Apakah forensik audit itu sendiri?,

2. Mengapa forensik audit?,

3. Apa dan bagaimana ruang lingkup, atribut, standar, dan kode etik forensik audit?,

4. Apakah sama standar dan kode etik standar audit atau standar profesi akuntan publik dengan standar dan kode etik forensik audit?,

5. Apa dan bagaimana perkembangan fraud, white-collar crime, corporate crime di kaitkan dengan hukum yang mengatur di Indonesia?,

6. Apa dan bagaimana hubungan dan pengaruh forensik audit ditinjau dari sudut pandang hukum, bisnis, akuntansi dan pajak?,

7. Bagaimana teknik, audit program dan cara pemikiran audit forensik bagi para investigator ditinjau dari sudut pandang hukum, bisnis, akuntansi dan pajak?

8. Hubungan AFAI dengan bidang-bidang lain mencakup kriminologi, psikologi, viktimologi, dsb.


Ada yang tertarik mau membacanya???

ps: review dibuat stelah dpt tugas dr boss utk bikin TOR seminar ttg AFAI ini, serius mode on :D

22 November, 2007

Sebuah catatan dari: Perempuan, Rumah Kenangan

JUDUL BUKU: PEREMPUAN, RUMAH KENANGAN
PENULIS: M. AAN MANSYUR
PENERBIT: INSISTPRESS
TEBAL: 186 HALAMAN

Saya membeli buku ini di bulan Agustus, sepulang kerja di sebuah Toko Buku di Atrium, Senen. Tepatnya saya temukan di deretan buku-buku chicklit dan teenlit, sempat bingung juga ketika mencarinya, pasalnya setiap ke Toko Buku saya tak pernah menyentuh area buku-buku sejenis itu. Jenuh mencari di deretan fiksi-novel dan jam menunjukkan beberapa menit lagi toko akan tutup, berinisiatiflah saya ke penjaga Toko. Sebelumnya dua buah buku lain yg saya niatkan untuk dibeli sdh berhasil saya dapatkan, Jalan Raya Daendels-Pram dan Tuesday With Morrie-Mitch Albom. Akhirnya setelah saya tanyakan, Mbak penjaga toko menunjukkan arah tempatnya. Pergilah saya ke deretan fiksi mengikuti penjaga toko, lalu ke area khusus chicklit dan teenlit. Dengan sabar Mbaknya mencari, gotcha! Di deretan bagian paling bawah, tidak sulit memang karena desain sampulnya lain sendiri (hehehe...).

Membaca buku ini membuat saya cukup lama berpikir untuk mencerna setiap kalimat yang ada. Bukan! Bukan sulit untuk dicerna karena kata-katanya yang susah, tapi tiap kalimat dan ada beberapa yang sangat saya suka dituturkan secara sederhana namun dalam dan penuh makna. Sayang jika hanya dilewatkan begitu saja, bukankah pada suatu kata menyimpan makna?. Ini memperjelas bahwa si penulis memang seorang pencandu buku dan gemar membaca apapun tentang hidup. Dari prolog sudah terlihat:

”Aku tak akan pernah mau mencoba menipu kenangan dengan melupakannya, sebab kenangan punya banyak cara untuk menjerat lalu membunuh kita. Sesungguhnya manusia tak lebih dari seekor binatang bodoh dan lemah di hadapan kenangan. Hanya ada dua pilihan; menjadi jinak atau mati terjerat dalam sejenak.” (hal: 4)

”Hal-hal besar digerakkan oleh hal-hal kecil.” (hal: 6)

”Mati bukanlah sesuatu yang menakutkan bagiku, sudah sejak kecil aku bersahabat dengannya.”(hal: 7)

Atau di bab-bab lain:

”Hidup ini sungguh indah-meskipun kadang-kadang menyebalkan! Atau justru bagian yang menyebalkan itulah keindahan sejati?.” (hal: 170)

Menunjukkan kepiawaian seorang penulis yang juga penyair dalam mengolah kata dan menjiwai kisah itu. Dari yang pernah saya baca dan pahami, penulis tak sepenuhnya menulis secara objektif, itu pun berlaku bagi pembaca (hehe...). Jika saja saya tidak tahu sama sekali dengan sosok penulis ini, tentu saja saya akan menganggapnya langsung ini kisahnya. Nyata dan menjiwai. Seperti halnya Winnetou karya Karl May (maaf An, jika saya berlebihan).

Saya pun mengangguk-angguk ketika membaca buku ini, menandakan jika sepaham dengan setiap kata yang saya baca, tersenyum dan terdiam sejenak menertawai diri, seperti bercermin saja. Mengingat di buku ini pembahasan mengenai perempuan dengan sisi-sisi psikologis dan karakteristiknya dibahas dengan bahasa-bahasa sindiran maupun bahasa simbol, ini dapat dibaca pada bagian perkenalan dan hubungan-hubungan sang tokoh dengan beberapa perempuan. Terkadang juga tidak sepakat dengan menggelengkan kepala dan beradu argumen dalam hati(hal saya sukai dari aktivitas membaca, kita bisa menguasai apapun untuk menjadi diri kita, membuka ruang-ruang dialog dengan monolog). Buku ini membuat saya hanyut ke dalam setiap ceritanya dan tak mau membuat saya berhenti membacanya (seingat saya, waktu itu saya membacanya di angkot hingga sampai rumah dituntaskan). Sama halnya seperti waktu membaca karya Muhidin M Dahlan, Aku Buku dan Sepotong Sajak Cinta (kalau tak salah edisi baru judulnya beda, saya tak ingat). Gaya bertuturnya asyik! Tak bosan untuk dibaca berkali-kali.

Buku yang tak sekedar novel biasa, banyak gagasan dan harapan yang tertuang ingin disampaikan penulisnya. Hal yang lumrah pada sebuah karya. Tak sekedar menggambarkan kisah cinta yang menguras emosi pembaca, namun juga memberi wawasan dan kesadaran (tentang film, musik, buku dan perbukuan, kepenulisan, pendidikan dan banyak tentang hidup tentunya). Seorang tokoh laki-laki yang digambarkan memiliki cita-cita yang bagi sebagian orang di negeri ini mungkin ”aneh” alias tak lazim, menjadi penulis dan pemilik Rumah Baca untuk tujuan yang terkesan klise "mencerdaskan anak-anak bangsa". Bergelut di bidang perbukuan dan kepenulisan, suatu hal yang langka. Yang saya tangkap dari buku ini, penulisnya berharap bisa menggugah kesadaran orang untuk membaca lalu menuliskannya. Hal ini bisa dibaca di beberapa halaman:

”Maka dengan menuliskannya ke dalam sebuah buku, aku berharap seluruh masa lalu itu berbaring di sana dengan damai dan menjadi tetap ada-mungkin sesekali akan menghantui tidurku, tetapi aku yakin akan membuatku tersenyum dan menangis bahagia berkali-kalidi saat-saat jaga. Sebab segala kata yang dituliskan adalah gudang yang menyimpan roh kita-membuat kita tetap hidup bahkan setelah kita mati.” (hal: 8)

”Bukankah benar bahwa satu-satunya hal yang tak akan pernah mati adalah buku?” (hal: 8)

” Kesedihan akan kuberikan kepada hal-hal lain saja. Air mataku akan aku hujankan buat perang yang tak henti-henti di seluruh penjuru bumi. Tangisku akan kuberikan untuk orang-orang yang tak mau membaca buku. Bukankah hal-hal seperti itu jauh lebih menyyedihkan?” (hal: 172)

Jika Hernowo menghasilkan karya itu dalam bentuk buku-buku How To, buku ini menyajikan hal-hal persuasif (mengajak) dalam bentuk nge-sastra dengan segala alasan dan pertimbangan kenapa kita harus membaca dan menulis. Cukup kaya akan sindiran-sindiran dan kritikan yang membangun semangat. Setiap bab selalu diawali quote-quote terkenal yang terkait dengan inti dari cerita bab itu.

Salah satu paragraf yang saya suka di dalam buku ini:

”Bagaimanapun sepi dan tidak bahagianya masa kecil, ia tetaplah sebuah karya sastra yang selalu menarik untuk dibuka dan dibaca, dibaca lagi. Uniknya setiap orang memiliki karya sastranya masing-masing dengan sangat khas. Disitulah letak berbagi dan menziarahi masa kanak-kanak kita.” (hal: 22).

Perempuan Rumah Kenangan, sebuah buku yang menggambarkan perempuan dengan kelemahannya yang menjadi kekuatannya. Saya jadi ingat sebuah kutipan entah dimana pernah dibaca, karena kesetiaannya itu perempuan dikatakan perempuan. Dan ingat bacaan di buku Quraish Shihab yang berjudul Perempuan, dikatakan ada seorang pakar psikologi yang berpendapat bahwa perempuan cinta penderitaan, berkorban karena teguh akan komitmen. Seperti halnya cerita dalam buku ini (Ibu si tokoh utama).

Rumah, bagi saya tempat yang nyaman dimana berkumpulnya keluarga inti sebagai ruh, taman yang asri sebagai nafas, ruangan perpustakaan pribadi dengan banyak buku yang beragam sebagai penyempurna diselingi diskusi-diskusi bebas penghuninya.

Rasanya lebih asyik membaca buku ini sambil mendengarkan musik-musik instrumen, Kenny G juga boleh. Atau... Coldplay, why not?.

Selamat membaca!!!

ps: An, cuma ini yang bisa saya tuliskan sebagai seorang amatiran /(^_^)\

06 September, 2007

"Confessions of An Economic Hit Man part 2"


Judul : Pengakuan Bandit Ekonomi
Pengarang : John Perkins
Penerbit : Ufukpress
Halaman : 496
Harga Toko : Rp.99.500

Buku ini adalah kelanjutan buku sukses "Confessions of An Economic Hit Man"

John Perkins adalah penulis asal Amerika Serikat (AS) yang mengungkapkan kejahatan korporatokrasi, jaringan yang bertujuan memetik laba melalui cara-cara korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dari negara-negara Dunia Ketiga, termasuk Indonesia. Dalam bukunya yang pertama, Confessions of An Economic Hit Man (2004) Perkins menyebut dirinya bandit ekonomi (economic hit man [EHM]) yang bekerja di perusahaan konsultan MAIN di Boston, AS. Dalam buku keduanya kali ini, Perkins membidik daerah-daerah rawan di seluruh dunia dan, berdasarkan wawancara dengan para bandit ekonomi lainnya, reporter, dan aktivis, ia menyingkap sejarah yang tersamar di balik berbagai peristiwa yang telah menciptakan Imperium Amerika, termasuk:

  • Cacat pembangunan infrastruktur di Indonesia,
  • Wanita bayaran yang dimanfaatkan EHM untuk melobi politikus Indonesia,
  • Peran Israel sebagai “Benteng Amerika” di Timur TengahBlunder-blunder AS di Tibet, Kongo, Lebanon, dan Venezuela,
  • Dampak tragis “Keruntuhan Ekonomi Asia” oleh IMF,
  • Serbuan kilat jakal (agen CIA) untuk membunuh presiden-presiden yang terpilih secara demokratis,
  • Bagaimana “kekalahan-kekalahan” di Vietnam dan Irak menguntungkan bisnis besar,
  • Dan masih banyak lagi...


Buku ini tidak hanya membeberkan suatu konspirasi korupsi yang telah mengobarkan ketidakstabilan dan sikap anti-Amerika di seluruh muka bumi, tapi juga menawarkan berbagai solusi dan petunjuk praktis yang mudah dipahami untuk menghadapi kejahatan korporatokrasi itu. Ia mengajak warga dunia memerangi kejahatan korporatokrasi dengan berbagai jenis senjata ampuh, menyodorkan sebuah rencana yang simpatik untuk mencitrakan kembali dunia kita.

Inilah kisah dari balik layar yang dipaparkan secara memikat, bergulir laksana sebuah film yang sukses, yang dituturkan lewat mata seorang pria yang pernah membantu membentuk imperium itu.

Setelah mengejutkan dunia dengan Confessions of an Economic Hit Man, Perkins kembali menyuguhkan narasi yang sama mencengangkan sekaligus sama meresahkannya mengenai sepak terjang pemerintah Amerika dalam mendukung bisnis di negaranya, namun memicu kekisruhan di seantero dunia. Publisher Weekly.

Sumber : milis buku ufukpress@yahoogroups

Mupeng mau beli ini buku, penasaran mau baca analisis-analisis selanjutnya, hahh
Btw tadi saya habis ngecek di INIBUKU.com, kalau beli disitu harganya di diskon 20% jadi Rp.79.600. Lumayan lah..hemat dan sehat,hihi..

11 November, 2006

review: Ketika Cinta Berbuah Surga

Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika
Saya termasuk orang yang skeptis untuk membaca buku-buku novel atau cerpen islam/islami, karena kebanyakan menurut saya nggak terlalu realistis seperti halnya beberapa sinetron&film indonesia.
Waktu pertama melihat nih buku, begitu pandangan saya. Tapi, akhirnya mau coba untuk cek isinya. Such as old quote "don't judge books by its cover", i try to read it.
Seperti biasa, kalau ingin membeli buku ada 5 tingkatannya sesuai dengan prioritas saya, apakah tuh buku layak untuk dibeli atau tidak:
1. Tema tuh buku tentang apa, jelas atau tidak plus baca reviewnya di bagian belakang buku (kalau ada).
2. Penulisnya siapa, kompeten dan reliable nggak?
3. Cek daftar isinya, apa sesuai dengan judulnya. Karena nggak jarang ada buku yang menurut saya nggak nyambung isi dengan judulnya.
4. Baca prolog, kata pengantar, atau salah satu babnya dulu (minta ijin dan minta tolong penjaga toko buku untuk membukanya)
5. Lihat sampulnya. Untuk yang ini sifatnya menurut saya tentatif, karena bisa aja ada buku yang sampulnya gak menarik tapi isinya mantap dan berbobot, begitu pun sebaliknya.
Nah! ini buku menurut saya layak banget untuk dibeli. ternyata isinya tuh kisah-kisah di jaman Rasulullah yang menggugah, menyentil, menyentuh (apa lagi ya?) pokoknya kalau bahasa kerennya berbicara masalah sisi-sisi manusia dengan kemanusiaannya di kehidupan sehari-hari, dengan segala kesederhanaan, kerendah hatian, kebijaksanaan yang semuanya berinti pada yang namanya CINTA (dalam artian universal yaa...).
Menjadi orang pinter tuh nggak sulit, tapi menjadi orang cerdas dan baik plus bijaksana, itu baru SULIT!!! ya iyya lah...
so, read it! bacalah! iqra!
u'll gonna find pieces of wisdoms there :)
cheers,

review: The Davinci Code

Penulis: Dan Brown
Penerbit: Serambi

Buku-buku thriller yang bikin otak saya nggak berhenti membuat kemungkinan-kemungkinan, nggak berhenti untuk terus ngebacanya hingga halaman terakhir sampe tuntas!
yaa..salah satunya buku ini. Lebih seru baca bukunya daripada nonton filmnya.
Lagipula kalau nonton nggak baca bukunya dulu, ya puyeng sendiri.
At least pemain filmnya boleh juga, duet kesukaan Tom hanks + Audrey Tatou. MANTAP!!! POKOKNYA BACA AJA NIH BUKU,ngajak pikiran kemana-kemana dan belajar mengingat-ingat kejadian-kejadian sebelumnya sekaligus menganalisa (padahal saya pelupaaaa...hihihi..) .

review: Tikus dan Manusia (of Mice and Man)

Penulis: John Steinbeck (alih bahasa: Pramoedya Ananta Toer)
Penerbit: Lentera Dipantara

Saya beli nih buku tahun 2006, yang terjemahannya Pram.
Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari buku fiksi ini:
- tentang persahabatan antara dua makhluk yang sangat berbeda, tapi bisa harmonis karena kesamaan yg meskipun minim sekali (karena lebih banyak perbedaannya).
- tentang penggambaran karakter manusia.

kapan-kapan dilanjut lagi, hehe...

review: Anti Kekerasan Itu Apa Sih? - Menerangkan Anti Kekerasan kepada Anak-anakku

Penulis: Jacques Semelin
Penerbit:

Ini buku keren banget!
edisi bahasa indonesianya judulnya : Anti Kekerasan Itu Apa Sih? - Menerangkan Anti Kekerasan kepada Anak-anakku.
Formatnya dalam bentuk tanya jawab antara seorang anak dengan ayahnya mengenai kejadian-kejadian yang berhubungan dengan kekerasan (yang tentu saja bukan cuma kekerasan fisik,tapi jg kekerasan psikis).
Di buku ini juga dibahas tentang paradoks orang yang mengalami kekerasan (bilang anti kekerasan tapi melakukan sesuatu dengan cara kekerasan),
kenapa kekerasan bisa terus menerus ber regenerasi,
sebab-sebabnya,
bagaimana seharusnya bersikap jika kita menjadi salah satu korban kekerasan.

Pokoknya cukup jelas dan mudah dipahami. karena gaya bahasanya juga kali yaa yang nggak complicated.

Kalau yang saya beli sampulnya warna hitam. Bukunya kecil dan tipis, tapi isinya tebel deh! waktu itu langsung banyak yang pinjem, terus banyak yang tertarik beli. sayang yang beruntung dapet cm sobat saya si ocha.

review: Ocean Sea

Penulis: Alessandro Baricco
Penerbit: Dastan books

Sekali lagi, saya suka buku-buku yang nggak gampang ditebak ceritanya ,
juga ngajak saya ke dunia bacaan itu, bertemu beragam karakter yang realis tapi surealis,
buku ini cukup filosofis lah..dan yg paling penting gua bisa mengkhayaaal...
laut selalu melambangkan kedalaman,
kekuatan
dan misteri
tapi tersimpan banyak keindahan juga :)

Anyway ini buku tentang bertemunya beragam karakter di satu tempat penginapan dekat pantai dan pegunungan, namanya Almayer Inn. Menggambarkan manusia-manusia dengan setiap permasalahan hidupnya, berusaha mencari apa yang mereka coba temukan jawabannya.
Kisah-kisah tiap karakter sangat seru dan cukup menghentak.

Just read it!

review: Membunuh Atas Nama Kebebasan (The Silent Takeover)

Penulis: Noreena Hertz
Penerbit:

Saya punya buku ini sudah cukup lama, tapi baru dibaca beberapa lama kemudian.hahaha...
keren deh!!!buat yg suka ngebahas, tertarik, mau tahu sudut pandang lain wacana-wacana dan so pasti tentang globalisasi, nih buku i really recommend it.

just read it!!!

ssstt...dengar-dengar sih ini jadi buku wajib pemula yang mau tahu mendalam tentang globalisasi dan free trade.

review: Freakonomics

Penulis: Steven D. Levitt & Stephen J. Dubner
Penerbit:Gramedia Pustaka Utama

Yang suka dengan hal-hal gak terduga, see everything maybe a small thing as you think,
atau teori 'n praktek yang lain tentang ekonomi di kehidupan sehari-hari.
i bet you can satisfied read this book!
salah satu penulis yang menurut saya quitely great, meski cenderung kasuistik, tapi analisa-analisa tentang perekonomian dan kaitannya dengan kehidupan cukup menggelitik.
Mungkin kita sudah sering membaca atau tahu teori dan praktek ekonomi as usually seperti yang ada di ruang-ruang kuliah atau sekolah.
Tapi buku ini memberi pencerahan, ada hal-hal di luar sesuatu yg umumnya yang lebih mengejutkan dan tak terduga. Oh iya, ini buku ada lawannya, namanya juga pemikiran jadi dibalas lagi dengan pemikiran. Saya penasaran mau baca : Freedomnomics - John Lott, yang masih saja membahas free market is the best than ever (hallahh!!! yang miskin tetep miskin, yang kaya makin kaya, cape' deehh..)

review: Jadilah Wanita Paling Bahagia

Penulis: DR. 'Aidh bin Abdullah Al-Qarni
Penerbit: Qisthi Press (ada banyak penerbit lain yang menerbitkan buku ini)

Salah satu karya Syeikh yang sangat produktif menulis buku-buku psikologis dalam konsep islam. Buku-bukunya menyentuh jiwa, sangat cocok untuk dibaca manusia-manusia di era sekarang ini, dimana sisi-sisi pencarian makna terdistorsi dengan semua yang berbau materi.

Saya salut! dengan hampir semua karyanya, betul-betul menggugah! Di buku ini sendiri pembahasannya jelas, secara spesifik mengarah kepada wanita.
Mungkin yang baru saja membaca judulnya akan mengira buku ini sejenis buku "how to" atau "self help". Tapi menurut gua, "NO". Ini buku bukan seperti halnya buku motivasi lainnya, kata-katanya penuh makna dan mendalam lah... (ceillee..sok keren bgt!).

Membaca buku ini: "U'll knew that u deserve of being a woman, deserve getting all meaningful 'n happy in this life"

review: Ayat-ayat Cinta

Penulis: Habiburrahman El Shirazy
Penerbit: Republika

Saya baca buku ini dua kali, menangis!
dan yang ketiga kalinya saya baca lagi, masih juga nangis!(dasar! tukang nangis)

buku ini bener-bener menghipnotis sisi-sisi emosi 'n spiritual.buku yang menyajikan bukan sekedar kisah cinta biasa.menyajikan tingkatan cinta tertinggi seorang hamba dengan Tuhan nya dalam setiap sisi kehidupannya. mungkin orang akan berpikir tidak realistis dengan tokoh utama yang ada di dalamnya. Seorang lelaki bernama Fahri yang mungkin terlalu ideal dan sulit ditemukan, tapi gua yakin ada orang seperti dia dalam kenyataan. Bagaimanapun he still don't perfect, hahaha...

Yang asik dari buku ini juga, gua bisa ngerasain aroma gurun pasir di Mesir beserta suasana-suasana yang digambarin. Kental juga dengan pengetahuan2 tentang budaya dan karakter Mesir itu sendiri (termasuk manusianya). Banyak istilah2 dalam bahasa Arab yang sarat akan makna.

At least, gak rugi lah jadiin nih novel koleksi bacaan favorit,hehehe...
(promosinya kayak MLM ajah!)

review: Ketika Lampu Berwarna Merah

Penulis: Hamsad Rangkuti
Penerbit: Kompas

Mau memaknai kemiskinan? perjuangan? pengorbanan? persahabatan?
Coba aja baca ini buku, di setiap lembaran-lembaran ceritanya mendeskripsikan kehidupan beberapa anak jalanan. Suatu suasana yang umumnya sering kita lihat di kota-kota besar. Tapi kita nggak pernah mau tahu atau mungkin mengerti sedikit saja tentang mereka, gak jarang orang-orang sering memicingkan mata atau menganggap mereka sampah.

Padahal kalau mnurut saya pribadi, mereka tergolong manusia-manusia kuat yang juga berjuang dengan cara mereka untuk mencari hidup, memaknai hidup, memberi juga menerima hidup itu sendiri.

Di Indonesia kasusnya, anak-anak jalanan adalah manusia-manusia yang di miskinkan oleh struktur, oleh pembesar-pembesar negeri yang nggak berhenti-berhenti dan puas-puasnya mencomot hak mereka lewat korupsi. Karena saya masih yakin dengan bunyi : "fakir miskin dan anak2 terlantar dipelihara oleh negara". Tapi, kayaknya jangankan dipelihara, tambah disiksa malah iya!

Ayooo...makes poverty history!Ada yang mau bikin sesuatu seperti penulis ini? atau seperti Muh Yunus dengan Bank Kaum Miskin nya yang menghasilkan Nobel :) atau si Bono dengan kampanye ONE nya..
just do it!
lil bit from you, meaningful for them.