23 February, 2007

Mimpi dan kasih sayang*

Tiga hari yang lalu mama menelpon saya, katanya khawatir dengan keadaan saya. Dia berusaha meyakinkan bahwa saya baik-baik saja. Seperti kenyataannya, saya bilang kalau saya baik-baik saja, saya sehat, alhamdulillah cukup tanpa kekurangan apapun. Lalu saya penasaran untuk tidak bertanya kepadanya, saya bilang “memangnya kenapa ma..?”, ternyata jawabannya cukup membuatku tersenyum dan sedikit berpikir. Mama bilang akhir-akhir ini sudah beberapa kali bermimpi tentang saya, dia juga meminta kepada saya untuk tidak sering melakukan perjalanan apalagi perjalanan jauh seperti biasanya. Mama juga berpesan kalau orang mau wisuda seperti halnya orang ingin menikah (saya pikir agak tidak nyambung). Mamaku selalu yakin dengan perasaannya dan terkadang karena terlalu khawatir sering membuatnya banyak berpikir lalu bermimpi.


Ketika ngobrol dengannya saya harus betul-betul meyakinkannya bahwa itu cuma mimpi, jangan diyakini. Toh kalaupun itu betul, mungkin salah satu bentuk firasat dari Allah. Mama selalu mengingatkan saya untuk tidak putus berdoa dan minta perlindungan-Nya. Saya pun mengiyakan dengan senyum lagi (kali ini lebih lebar,hehe...) karena saya sangat bersyukur, Allah SWT selalu saja dengan caranya memberikan kebahagian tersendiri. Seperti hari ini, Dia memantulkan kasih sayang-Nya dari mamaku yang saya sayangi karena-Nya. Hikmah yang saya ambil setelah cukup berpikir, ternyata mimpi itu membuat saya dan mama semakin dekat terutama semakin mendekatkan kami pada-Nya, meski hampir dua tahun kami tak bertemu.


Tanggal 14 Februari beberapa orang merayakan hari kasih sayang, padahal saya sendiri beranggapan setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detiknya adalah waktu-waktu untuk berkasih sayang. Berkasih sayang dengan siapa pun itu, keluarga, sahabat, teman, tetangga, binatang, juga alam sekitar kita. Berkasih sayang dimana pun itu di dunia nyata juga di dunia maya (maksudnya internet, termasuk di blog,hehe...). Wujud kasih sayang pun beragam, nggak harus memberikan coklat dan bunga tepat tanggal 14 atau mengucapkan ”happy valentine”, terlalu sempit untuk dimaknai. Tersenyum, bertegur sapa, menanyakan kabar, mengucapkan salam, dan mendoakan sesama adalah hal-hal yang dianggap kecil namun sebenarnya berpengaruh besar. Di tengah himpitan hidup yang semakin membuat orang sibuk, hal-hal tersebut seakan-akan sulit untuk dilakukan.


Akhirnya sebagai penutup, ada sabda Rasulullah SAW diriwayatkan Imam Bukhori yang sangat saya sukai ”Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (secara sempurna) sehingga ia mencintai kebaikan bagi saudaranya sepenuh kecintaannya akan kebaikan itu untuk dirinya sendiri.”


Selamat berkasih sayang....


(*inspired by my mom, thanks..)

No comments:

Post a Comment

jika mampir dan sempat membaca, silahkan sejenak berkomentar...terima kasih ^_^