12 September, 2005

u can count on me

Beberapa waktu lalu ketika melintas di fakultas aku bertemu seorang adik, seperti biasanya kita bersalaman sambil cipika cipiki (cium pipi kanan,cium pipi kiri). Sudah lama sekali aku tak bertemu dan ngobrol dengannya, dengan nada ingin tahu dia terus bertanya tentang kabar, kesehatan, dan kesibukanku. Kupikir itu semua wajar jika dua orang lama tak bertemu pasti akan melepas rindu dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Beberapa menit kemudian matanya berkaca-kaca, aku pun bertanya kenapa dia seperti terlihat sedih sekali, dan dengan penuh percaya diri aku bilang bahwa dia rindu sekali denganku. Dia mengiyakan, tapi lama kelamaan air mata di pelupuk matanya penuh dan siap-siap untuk jatuh seperti hujan yang baru muncul ketika kemarau melanda.
Aku peluk dia, dan mengelus punggungnya. Dia memelukku erat sekali dan air matanya bertambah deras. Aku membiarkan dia beberapa lama menangis di pelukanku, setelah tangisnya begitu reda aku mulai bertanya dan memintanya untuk bercerita. Ah…ternyata dia sedang mengalami hari-hari terberat dalam hidupnya, beragam masalah harus ia pendam sendirian, dia takut jika harus menceritakannya kepada orang lain. Ketakutan-ketakutan dalam dirinya merupakan suatu hal yang memang biasanya muncul pada manusia, dia mengalami ketakutan yang aku sendiri pernah mengalaminya. Katanya dia capek dengan segala masalah dan cobaan yang menimpanya, tak pernah berhenti dan datang silih berganti . Mungkin tekanan psikologis kami lahir dari latar belakang yang sama. Hanya saja aku merasa patut lebih beruntung masih memiliki teman berbagi dan diskusi untuk memaknai bahwa hidup tak sekejam itu. Aku selalu meyakini bahwa selalu ada orang-orang yang dikirimkan Tuhan untuk bisa menenangkan dan meneguhkan hati ini ketika problematika hidup muncul. Tapi, tidak untuk dia yang harus menyimpannya sendiri, sampai sampai dia ingin mengakhiri hidup dengan mengiriskan nadinya. Allah…aku ingin menjadi saudara, kakak, dan teman tempatnya berbagi. Dan hari itu, dia mempercayakan aku sebagai teman berbaginya setelah aku meyakinkannya. Aku bilang padanya masih ada orang-orang yang yang membutuhkan dirinya, masih banyak orang yang menyayanginya, masih ada orang yang peduli akan dirinya, dan masih ada orang yang dapat memahaminya.
Dan aku adalah salah satu orang itu adikku…u can count on me sis :)
(hiks..hiks…aku jadi ingat adikku yang di Jakarta)

Setelah itu aku memintanya untuk tersenyum, dengan wajahnya yang putih pipinya jadi terlihat merah. Akhirnya kitapun berpisah, kembali menjalani aktivitas masing-masing. Aku punya doa untuknya : “ Ya ALLAH kuatkanlah hatinya dan berikanlah dia kesabaran dalam menghadapi dan menikmati cobaan-Mu”

Bersemangat!!!

24 August, 2005

not for the last time

Beberapa bulan yang lalu saya mulai mengajar lagi anak-anak usia 6-8 tahun di salah satu SD Islam di sebuah komplek perumahan. Ini bukan pertama kalinya saya mengajar anak-anak, tapi apa yang saya ajarkan waktu itu tidak seperti biasanya, bukan lagi bahasa inggris ataupun berhitung. Waktu itu saya mengajar kelas drama, menjadi asisten abang saya yang juga guru menulis saya di University of Writing. Entah kenapa tiba-tiba dia menghubungi saya dan mengajak untuk membantunya mengajar drama, ini persiapan mereka pentas di acara sekolah. Duh…ini pengalaman pertama saya mengajar anak-anak golongan menengah ke atas, saya lebih terbiasa mengajar anak-anak jalanan atau anak-anak kaum proletar. Alhasil apa yang mereka bicarakan agak beda, meskipun gaya bicara dan tingkah lakunya layaknya anak-anak. Mereka banyak bercerita tentang pengalamannya bersama orang tua dan keluarga, tempat-tempat yang biasa mereka kunjungi saat weekend ataupun libur tiba, prestasi yang mereka raih, apa-apa yang mereka miliki, kegiatan yang mereka ikuti, cita-cita dan keinginan-keinginan yang belum tercapai, cerita-cerita mistis (seperti yang di sinetron-sinetron), dan hal-hal lainnya.
Rayuan dan ajakan untuk mengajak mereka serius berlatih pun harus menggunakan cara yang beda, kalau mereka sudah malas-malasan dan tak mau berhenti bermain salah satu senjata ampuh saya langsung menawarkan akan memberikan sesuatu untuk lima orang yang bagus latihannya. Cara ini memang sesekali saya lakukan ketika mengajar dulu, biasanya sebulan satu kali, terlalu tak baik juga jika harus sering menggunakan cara ini dalam mendidik anak-anak. Mereka akan bergantung jika ingin melakukan sesuatu jika terus dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan yang membawa dampak buruk, kesadaran dan kepekaan mereka dalam melakukan sesuatu akan terus melemah. Yang membuat saya bingung, apa yang sebaiknya saya berikan sebagai pemacu mereka, toh! Orang tua mereka bisa memenuhinya. Alhasil saya memberikan stiker “gemar membaca” disain saya yang masih tersisa, meskipun murah dan sangat sederhana, toh mereka tetap suka. Kegiatan itu Cuma berlangsung 2 minggu, memang waktu yang singkat, tapi sangat berkesan. Mengajar anak-anak membutuhkan banyak kesabaran untuk menyelami dunianya supaya kita tahu apa yang mereka inginkan, meskipun tak semuanya dapat kita penuhi.

Rasanya sekarang saya rindu sekali ingin kembali mengajar anak-anak, entah kapan saya akan kembali lagi mengajar. Tawaran untuk mengajar harus saya tunda dulu, mengingat ada beberapa hal yang harus lebih diprioritaskan.

good news from my bro

Hari ini tepatnya jam 11.19 WITA saya mendapat kabar baik dari seorang kakak. Dari sms-nya saya bisa merasakan betapa bahagia sekali abangku yang satu itu. Dia baru saja dapat kabar bahwa dia lulus beasiswa lanjut studi S-2 nya di luar negeri. Wah…padahal sebelumnya dia sangat khawatir dan menunggu pengumumannya membuat dia tidak tenang (bagaimana mau tenang, sultra sih..kalau ketemu ‘n sms-an pertanyaan pertamanya pasti tentang tuh beasiswa. Ups! maapin ade’mu yang satu ini ya ka…kali-kali aja sempet bikin tertekan :) ), tapi hari ini setidaknya kabar baik darinya membuat saya tersenyum bahagia. Ade’mu yang satu ini ikut senang juga loh ka…hihihi…asyik!makan-makan lagi nih,hehe…(tapi kayaknya musti penghematan yah bang?). Karena kakak meng-sms sultra pas lagi di depan kompi, so sultra bikinin deh nih tulisan. Masih boleh berdoa kan bro?mudah-mudahan pas ngejalanin proses studi di negeri orang, bisa menghadapi berbagai tantangan dengan baik juga tetep istiqamah. Amin….
Have nais day /(^_^)\ eh, kan lagi di Bali niiy, oleh-oleh doooonk! Hehehe….

17 August, 2005

Postcards From Heaven

Image hosted by Photobucket.com
If you never, say goodbye
To the best thing in your life
There are things you don't appreciate
At all
So it's best that you don't try
Holding back the time
Are you ever, gonna be
Quite satisfied

Postcard from heaven
Go to where you belong
Never find the perfect situation
Till you know where your from
If you ever, say goodbye
No regrets, I won't ask why
And I wish you all the best love
In the world
Should you ever, change your mind
Holding back the sunshine
Why you ever, gonna be
Quite satisfied

Postcard from heaven
Go to where you belong
Never find the perfect situation
Till you know where your from
(songs by : lighthouse family)

one of my favourite songs which reminds me bout life

Pertanyaan-pertanyaan tentang hidup

Image hosted by Photobucket.com
Inspirasiku…
Apakah salah jika aku terlalu banyak bertanya tentang hidup?atau, apakah Kau akan melimpahkan dosa untukku dengan pertanyaan-pertanyaan ini? Kenapa terlalu banyak pertanyaan yang hinggap, meskipun pada akhirnya secara perlahan-lahan akan terjawab jua dan pada akhirnya aku mengerti dan memahaminya.

“...sesungguhnya Allah Ta’ala dengan sifatnya menjadikan kebahagiaan dan kesenangan dalam kerelaan dan keyakinan dan menjadikan kesusahan dan keduka citaan dalam keraguan dan kemurkaan”


Inspirasiku…
Mungkin Kau bosan mendengar suara hati ini yang terkadang membutuhkan jawaban, dan perenungan satu hal yang hampir selalu kulakukan untuk menemukannya. Mungkin aku perlu lebih banyak lagi keyakinan untuk menemukan semua jawaban-jawaban itu. Aku sudah merasa cukup banyak membaca dan melewati hidup, tapi mungkin menurutMu itu masih sebagian kecil saja yang pernah, sedang dan akan aku lalui. Tempaan itu bagiMu mungkin belum terlalu cukup untukku. Akan ada perang lain yang harus kuhadapi, yang detik demi detiknya akan selalu meningkat frekuensi dan kualitasnya, dan pada akhirnya mencapai titik klimaks lalu berujung pada kedamaian.

“ Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya kesulitan, dan menimpanya kesukaran serta dari takdir yang buruk dan cemoohan musuh.”

Inspirasiku…
Aku seseorang yang mudah untuk bahagia, tapi menurutku aku lebih mudah lagi nelangsa. Satu teori psikologi yang pernah kubaca, orang sepertiku katanya orang yang benar-benar mengerti akan cinta. Tapi benarkah? Entahlah…toh suatu teori selalu dibangun melalui realitas dan pastinya akan terus berubah.

“ Ya Allah, aku yakin sesungguhnya pada setiap kesulitan akan ada kemudahan”


Inspirasiku…
Aku tak tahu persis selama ini apa yang selalu membuatku kuat dan tetap bertahan. Mungkin keyakinanku akan diriMu begitu kuat sehingga Kau takut melepaskan genggamanMu yang nantinya akan membuatku jatuh, hancur lebur. Kau takut mengecewakanku, seperti apa yang telah dirasakan beberapa orang terdekatku. Mereka memiliki ketakutan yang sama denganku, takut tak dapat dijadikan sandaran terbaik dan kurang bisa diandalkan. Tapi haruskah manusia ingin selalu merasa sesempurna itu?

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyu’, dari doa yang tidak didengar, dari jiwa yang tidak merasa puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Aku berlindung kepada-Mu dari empat hal itu.”


Inspirasiku…
Kata beberapa orang terdekatku aku sangat konservatif, cenderung mencemaskan sesuatu yang bahkan orang lainpun tak pernah berniat untuk melakukan hal yang kupikirkan. Apa iya? Menurutku tak ada masalah yang tak dapat terpecahkan. Masalah paling terberat yang biasanya harus diatasi manusia adalah ketakutan-ketakutan yang ada pada dirinya. Ini yang sedang berusaha aku lakukan, mengalahkan segala ketakutan bahwa aku takkan bisa membahagiakan orang yang kusayangi, sehingga selalu muncul keinginan untuk menjauh darinya.

“Ya Allah, karuniakanlah kepadaku anugerah cinta kepada-Mu dan cinta kepada orang yang cintanya mendatangkan manfaat bagiku di sisi-Mu. Ya Allah, segala yang aku cintai yang telah Engkau karuniakan kepadaku, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk melakukan hal-hal yang Engkau sukai. Ya Allah, segala yang aku cintai yang telah Engkau jauhkan dari diriku, maka jadikanlah ia sebagai kekosongan bagiku dalam hal-hal yang Engkau sukai.”

Inspirasiku…
Bulan lalu aku sering bermimpi tentang kematian. Entah kenapa. Meskipun hampir tiap bulan aku biasa bermimpi tentang kematian. Mungkinkah ini pertanda aku akan kehilangan sesuatu atau bahkan kehilangan diriku sendiri? Mungkinkah ini sebuah peringatan bagiku? Atau…itu hanya sekedar mimpi yang menghiasi tidur? Sungguh…aku tak pernah takut akan datangnya kematian, tapi apakah bagiMu aku cukup layak untuk cepat Kau panggil? Kematian bagiku hanyalah perpisahan antara raga dan jiwa, dimana jiwa akan dibawa menuju keabadian dan raga kan kembali ke asalnya.

“Ya Allah, perbaikilah agamaku yang merupakan pokok kepentinganku, dan perbaikilah duniaku yang didalamnya kehidupanku, dan perbaikilah akhiratku yang padanya kembaliku. Dan jadikanlah hidup ini untuk tambahnya kebaikan bagiku dan jadikanlah matiku ini sebagai istirahat dari segala keburukan.”

Inspirasiku…
Sungguh, aku benar-benar menikmati hidup yang penuh dengan nikmat dan anugerahMu. Sepi, nelangsa, kematian, perpisahan, kesedihan, kelemahan hanyalah bagian dari hidup yang kujalani. Aku tak pernah merasa tertindas akan itu semua. Sepertinya hidup ini terlalu sempurna untuk aku lalui. Dan aku patut berterimakasih juga bersyukur padaMu.

“jika seorang hamba-Ku bertanya kepadamu tentang diriku maka katakanlah aku dekat, menerima orang yang berdoa”.


Inspirasiku…
Tetaplah menjadi sumber kekuatanku. Walau Engkau tak ada dan tak berwujud, aku sangat meyakini keberadaanMu. KetentuanMu kan sejalan dengan kerelaanku.

(16 Agustus 2005, 03.00 WITA)

16 August, 2005

rapuh...jatuh...dan terhempas...

apakah ini hanya kegalauan yang sekadar muncul tiba-tiba?
atau hanya perasaan gundah dan kelelahan belaka?
entah...
aku benci jika harus kembali menyerah pada keadaan
ini bukan diriku!
atau...
aku memang tlah rapuh...jatuh...dan terhempas!
lalu tak ada yang mengerti.

15 August, 2005

...too much inspirations...

need a long time to refresh myself from lots of activities.
feel so bored? not yet! feel so empty? yup!sometimes, but too many people refill my heart ( i really really luv them all :D).
feel so stuck?seems too, cos i can't wrote my journal as usually. actually too much inspirations in my mind, but work 'n busy make me feel so tired. almost one month i don't wrote anything, even a poem!!!

wuuuaaaahhh....i've reading almost 5 books(200-400 pages/book) for a half month, huahaha...(this is a new record 4 me)
i just read an interest book, "CUCU WISNUSARMAN". what a great book! ( cukup menyentil diri sndiri deh).

ding! dong!
today i have a message from someone. nice message :)long message but make my day shiny :D
eh ini message-nya : "then sun don't need light to brighten up the day nor the moon and stars who need the sun its self gives the light, open up ur heart n see u r the sun its self".

bubyee...
hehehe...maaf yagh pmirsa klo bhs inggrisnya kacau bgt, lg latian niiiy..
mau ngasih masuk new posting sih, tapi masih tersusun di otak, blom di tuang ke kompi.hehe...
doakan saya ya... /(^_^)\

17 July, 2005

senyum

aku ingin terus tersenyum
untuk hari ini yang telah berbaik hati
dari sebuah deringan telepon di pagi hari
ya...
senyum yang mungkin berakhir ketika ku terlelap dan terbawa mimpi
thanks inspirasiku
banyak senyum dan cinta untukmu

breaking the habbit

This isn’t told a story of Linkin’s songs or even the text
It’s bout how I must breaking my old habbits which this week I must through again
I hate INSOMNIA!!! But I love NIGHT
Feel so guilty if I just pass night with sleep
No words I wrote
No snack I ate
No a cup of coffee or tea I drunk
No chance for remind what I’ve done
No mind to missed some people
No time inspired me so much such as night
Free…
Quit…
Tremendous!!!

i miss…

Aku rindu masa-masa ketika aktif menjadi mahasiswa
Aku rindu dengan perdebatan-perdebatan cerdas
Aku rindu dengan kekonyolan-kekonyolan yang tak mudah untuk dimaknai
Aku rindu ketika harus terdiam ketika datangnya sindiran-sindiran yang pada akhirnya membuatku bangkit dan bergerak
Aku lelah jika harus terus berapologi seperti ini
Apakah hidup lebih banyak mencari kesempatan bagi kita untuk selalu berapologi?
Atau
Aku hanya rindu diskusi-diskusi kecil kita
Ketika masih berjuang dengan tujuan yang sama
Perubahan!!!
Benarkah?

ridiculous

Out of my mind
Absurdity
Dummy face
It’s me!!!
Stuck in a moment
It’s u!!!

Speechless?, oh…no!

Malam ini tiba di kamar tepat tengah malam. Sudah tiga hari berturut-turut aku harus pulang dengan jarum jam yang nampak pas mengarah angka duabelas. Kok, jadi terkesan Cinderella banget yah? Tiba di kamar, langsung cepat-cepat ke toilet. Nggak tahu kenapa tiba-tiba kebelet, mungkin cuaca dingin mulai memberi efek-efek tersendiri. Di toilet, masih berpikir film yang tadi baru kutonton. “GIE” yang lagi nangkring di studio 2 Mal Panakukkang.

Satu minggu bukan selang waktu yang sebentar untuk kembali menikmati nonton bareng teman-teman, minggu lalu ditraktir makan dan nonton “Batman Begins” oleh seorang teman , duh…nikmatnya makan dan nonton gratis.hehe…Kali ini dengan teman-teman blogfam Makassar. Asik! Seru! Tapi kok waktu nonton semuanya lebih banyak terdiam, mungkin harus terlalu dihayati, atau apa?entahlah?Cuma aku dan k’rara yang kebetulan duduk bersebelahan selalu nyeletuk sedikit atau bahkan saling berkomentar.

Kenapa ya..kadang aku berpikir aku ini mungkin aneh, ketika orang terpaku menonton film tanpa banyak bicara dan seolah-olah ingin terlihat memahami apa yang sedang diikuti, aku seperti seorang pengacau yang tiba-tiba terlalu banyak bicara ataupun bertanya. Diam itu satu hal yang paling sulit untuk kulakukan. Berpikir fokus pun menjadi urutan kedua untuk sulit dilakukan, mungkin akan terlihat jelas dari tulisan-tulisanku. Entah! Apa ya? Waktu menonton film aku cukup fokus, tapi sulit sekali untuk tidak mengeluarkan apa yang mengganjal di hati dan pikiran ketika mengikuti jalan ceritanya. Bahkan untuk memendam komentar decak kekaguman pun sangat sulit, akan keluar beberapa kata dari mulutku “keren-keren”, “ya…”, “wah…”. Itu kata-kata yang biasanya sering muncul. Alhasil, orang-orang di sekitarku mungkin agak risih dan jengkel kali ya…sebenarnya itu Cuma untuk konsumsi sendiri, tapi kayaknya ridiculous kalau bicara seakan-akan tak ada orang lain yang maksudnya kita temani bicara, apa kata orang? Sekali lagi masih berpikir apa kata orang!

Waktu nonton “Ungu violet” bulan lalu, semua hal itu tak berlaku. Yang kuingat itu untuk pertama kalinya aku nonton tanpa banyak bicara dan berkomentar. Bukan karena filmnya yang mengharukan, biasa aja! Cuma bagian waktu eyang-nya saja yang meninggal yang mengingatkan kalau-kalau nanti aku akan mengalami hal yang sama, kehilangan orang terdekat. Bukan juga sepenuhnya karena terlarut sama perasaan karena jalan ceritanya. Tapi, seakan-akan ada sesuatu yang membuatku speechless. Ada sesuatu yang membuatku takut untuk mengeluarkan pendapat, meskipun beberapa kali saja aku berkomentar tentang beberapa take dari film itu. Itu pun langsung dikomentari seseorang di sebelahku yang seakan-akan apa yang ada di film itu bukan seperti yang aku maksud. Entahlah, itu yang kutangkap dari kata-katanya yang selintas masih samar terdengar. Mungkin dia orang yang membuatku speechless, sepertinya…kali ini aku tak mengalami lagi yang namanya de javu. Orang itu memang kelihatannya terlalu alami mengemukakan pendapatnya di sampingku, tanpa tedeng aling-aling. Ah…sudahlah, aku punya harapan, mudah-mudahan aku tak mengalami yang namanya speechless lagi dengan dia yang duduk di sebelahku ketika nonton di bioskop.

Sepertinya aku harus lebih banyak belajar bagaimana caranya untuk diam, untuk tidak sok tahu, untuk mengendalikan apa yang ingin dikatakan, untuk lebih banyak mendengar, dan untuk segalanya yang aku sendiri masih mencari kenapa harus seperti ini. Anybody knows how to?

15 July, 2005

untuk bapak

Teringat masa kecilku
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
Buatku melambung

Disisimu terngiang
Hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan sgala mimpi-mimpi
Serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu
Jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
Terbelenggu jatuh dan terinjak

Reff :
Tuhan tolonglah
sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku trus berjanji
Takkan khianati pintanya


Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan kubuktikan
Ku mampu penuhi maumu


Andai detik itu
Kan bergulir kembali
Kurindukan suasana
Basuh jiwaku

Membahagiakan aku
Yang haus kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu
Yang pernah terlewati

Saya sangat suka dengan lagu ini, apalagi teksnya. Begitu sederhana, tapi memiliki makna yang mendalam. Jika dikaitkan dengan siklus hidup saya, bapak seseorang dalam bagian hidup saya yang sangat berarti. Akhir-akhir ini saya begitu merindukan dia, beberapa kali dia menelpon saya sekedar menanyakan kabar dan meyakinkan bahwa putrinya yang satu ini baik-baik saja.

“bagaimana kabarmu, nak?baik-baikji?”tanyanya dengan suara yang agak lantang. Saya pun menjawab dengan iringan tanya “alhamdulillah baik, bapak sendiri bagaimana?sudah agak baikan blom?”
“iya, sudah mendingan, nak. Masih harus sering ke dokter, sekarang giliran adikmu yang sakit.”serunya dengan suara yang semakin lama semakin melemah.
“ya..udah, bapak nggak usah kebanyakan mikir yang macem-macem, jaga kesehatan. Makannya yang teratur dan banyak istirahat. Pokoknya nggak usah khawatir sama keadaan nini, alhamdulillah nini disini baik-baik aja. Semua disana baik-baik aja kan?salam untuk semua.” kataku dengan mencoba meyakinkannya.
“baik nak, sudah dulu nah! Kalau uang kirimanmu kurang atau ada apa-apa telpon saja. Assalamualaikum…” sahutnya dengan suara yang agak menekan pada bagian akhir kalimat.
“iya…wa alaikumsalam…”sahutku membayangkannya terburu-buru.

Duh…bapak seandainya saya disana bisa lebih memberikan perhatian lebih banyak di masa tuamu, begitu banyak rindu yang harus kau simpan untuk bersama anak-anakmu. Begitu banyak harapan yang kau inginkan agar putrimu yang satu ini bisa membanggakanmu. Begitu banyak kasih sayang yang kau berikan, meskipun bukan layaknya seperti mereka yang bisa bercanda, bercerita dan bergelayut manja dengan ayahnya. Dia memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan itu, memang tak lazim, dan beberapa orang hanya menganggap itu adalah hal yang biasa, tapi tidak dengan saya. Saya pun punya cara tersendiri untuk memberikan perhatian kepadanya, saya sangat yakin dia masih ingat dan merindukan masa kecil saya dan adik yang selalu pergi jalan-jalan bersamanya. Satu kenangan yang paling saya ingat, ketika saya kelas 3 SD. Dia membawa saya dan adik ke toko baju untuk memilih baju apapun kesukaan kami dan kami pun memilih baju model sailor bergambar popeye, setelah itu kita pergi ke Pizza Hut, menikmati makan pizza bersama-sama dengan penuh canda. Waktu itu ibu tidak ada, ibu sedang di luar kota. Satu hal yang hingga saat ini membuat saya sangat menyukai makan pizza, mungkin karena kenangan itu. Agak mellow memang, tapi itu masa paling bahagia yang membekas di ingatan saya.

Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menyayangi orang disekitarnya. Saya punya prinsip, bahwa hidup sebenarnya hampir seluruhnya kita berikan untuk orang lain, karena saya yakin cuma itu yang bisa membuat manusia bahagia, tidak berpikir takut akan ketakutan-ketakutannya sendiri. Seorang kakak sering berkata kepada saya “kita tak bisa mengusung semua kebahagian orang”. Ya, memang seperti itu. Karena kita memiliki cara tersendiri untuk memberikan kebahagian, dan mungkin saja mereka yang diberi tidak menganggap hal itu sesuai dengan keinginan mereka.
Saya pun memiliki cara tersendiri untuk itu. Bagaimana dengan teman-teman?
Semoga kita masih diberi rasa kepedulian sesama, terutama untuk orang-orang disekitar kita. Amin…

12 July, 2005

phsyco commentator

(my free writting again)
sambil nunggu kuliah sore ini, gw ngenet sbentar, planning cm mo ngecek my imel 'n blog, sapa tau ada info penting 'n dah banyak comment yg masuk.ternyata bener, dah musti ngejwb bbrp komen tmn yg mampir at my shoutbox. ga lama lg ngebls imelnya org 'n ngebuka2 kiriman, i see my blog again.tnyata ada comment baru yg nyebelin, emang seh terserah tuh org phsyco mo nulis apa tentang smua tulisan gw. yg jls gw bukan marah cm gr2 komennya yg pedes2 itu, tp jg ma tuh org yg ga jls sk bgt ganti2 nama mskipun gw tau dmn tuh posisinya dr IP address nya. bener2 phsyco tuh org, ga mo bgt ditahu identitasnya pdhl gw kyanya tahu dia. bodo amat emang gw pikirin, yg ada krn kpala gw lg kerasa berat gw jd naik darah ngelihat komennya. mungkin dia senyum2 seneng ngelihat komentar balasan gw 'n jg tulisan ini. whatever...gw ga peduli, kasian bgt tuh org! mo temenan ma gw,tp ga bs kali yagghh.. devil seh.. HAHAHA (kok jd sinis 'n PD gini yah?)
hi...phsyco commentator, thanks 4 the comments. ngefans bgt yagh ma tulisan2 gw, sering2 aja mampir ke blog gw, meskipun lo ga bs contact me directly. what a pitty u
hidup cm dipake untuk sebel 'n mencaci org. gw bkn org yg tpat untuk jd tmn or musuh lo,okay!
once again thanks 4 being my SECRET ADMIRER... :)

07 July, 2005

lagi mumet!

(just my free writting)
huuaaaahh...pikiran mumet met met, coz 2 hr ini musti krja kya org kantoran, berkutat ma kertas2 di satu tempat.hikz...hikz...tambah ga minat jd org kantoran, mana selama 3 hari ini jadi nggak sempat membaca, ampe koran yg tiap harinya bertamu ke kamar cuma bisa dibaca sekilas kalo lagi dalam perjalanan pergi (pagi-pagi bo!), pulang musti malem abis isya', cos dah disediain dinner yg bikin anak kos kayak gw nggak busung lapar (ups! hiperbolik bgt!) what a great beverage!!! satu hari 2 kali makan berat (lunch 'n dinner), 4-5 kali ngemil,hehe.. rakus bgt kan?hihi...tp kyanya berat badan nggak bakalan naik, cos pas nyampe di kamar nggak bisa tidur cepet alias INSOMNIA, gara2 terlalu mumet kali nih otak, so penyakit lama gw musti kambuh lagi. mulut musti nggak bisa seperti biasanya, TERKUNCI!! nggak bisa talkative 'n ngediskusiin banyak hal (meskipun kadang2 klo dipikir dah basi, abis sometimes gw suka lemot alias lambat loading)apalagi klo lg capek 'n banyak pikiran.
doain ya...tomorrow is d last day.
finally!!!and i'll go back to my real habitat, hopefully.
duh...sori dori mori, tulisan gw nggak sperti biasanya. nih baru pulang, truz nggak tahan ngelihat warnet mo gecek blog skalian nulis sebebas-bebasnya (free writting gitu loh..) itung2 back to gaya penulisan buku harian gw khusus klo lagi mumet. lagi nggak bisa romantis sih!
ah..dah dulu deh, dah jam 10 malem, mo balik ke my luvly room.
daaaggghhhh...

06 July, 2005

KOMUNITAS RUANG BACA TEMPO

KBRT ini adalah wadah yang dibentuk tempo untuk mengumpulkan para pecinta buku dalam suatu kegiatan yang berhubungan dengan membaca dan menulis. aktifitasnya akan terpusat di website KRBT yang akan diluncurkan bulan Juli ini. keanggotaan KRBT gratis dan terbuka bagi siapa saja tanpa dibatasi SARA.

kegunaannya :
* berita seputar dunia buku
* forum diskusi atau bedah buku
* kesempatan untuk mempublikasikan resensi buku anda
* memperluas pergaulan dan wawasan
* kelas membaca dan menulis
* kesempatan u/ ikut berbagai kegiatan yang diadakan oleh tempo.

cara daftarnya dengan kirim e-mail ke :
komunitasruangbaca@tempo.co.idatau fax ke :
(021-5349569)
dengan nulis seperti dibawah ini :

FORM PENDAFTARAN KOMUNITAS RUANG BACA TEMPO

Saya berminat untuk menjadi anggota komunitas ruang baca TEMPO. Mohon saya dikirimi berbagai informasi terbaru dari komunitas ruang baca TEMPO.

Nama :
Jenis kelamin :
TTL :
Alamat lengkap :
Telp/HP :
E-mail :
Bacaan yang disukai (bisa lebih dari satu) :

Aneh!!!

Dia tak jelas menurut pikiranku, namun jelas di hati
Dia absurd dalam duniaku, namun nyata dalam mimpi
Dia yang selalu ada saat ada tiada
Aneh!!!

greatest gift

aku ingin ada seseorang yang dapat membuatku seperti wanita sempurna,
mengisi kehampaan hidup ini yang selalu diisi nikmat-Mu,
aku ingin dia dapat memberikan kasih sayang dan cintanya,
tak lupa satu hal yang terpenting aku ingin seseorang yang dapat mengayomiku untuk tetap istiqamah menapaki dan menjalani ajaran-Mu

Tuhan…sungguh aku mencintai-Mu
Izinkanlah hamba mencintainya
Izinkanlah hamba menjadi wanita yang kelak menemani hidupnya
Izinkanlah hamba mengisi belahan jiwanya yang selama ini dia coba temukan
Izinkan hamba menjadi perhiasannya di dunia dan akhirat-Mu
Izinkan hamba terus memanjatkan doa ini hingga tiba saatnya
Engkau hadiahkan dia untukku

Be thankful

Be thankful that u don’t already have everything u desire
If u did, what would there be to look forward to?

Be thankful when u don’t know something
For it gives u the opportunity to learn

Be thankful for the difficult times
During those times u grow

Be thankful for ur limitations
Cos they u opportunity for improvement

Be thankful for each new challange
Cos it will build ur strength and character

Be thankful for ur mistakes
They will teach u valuable lessons

Be thankful when ur tired and weary
Cos it means u’ve made a difference

It’s easy to be thankful for the good things
A life of rich fullfilment comes to those who are also thankful for the setbacks...
Gratitude can turn a negative into positive
Find a way to be thankful for ur troubles
And they can become ur blessings

akhir-akhir ini sepertinya saya harus lebih banyak meluangkan waktu untuk bersyukur dan berdzikir pada-Mu. banyak nikmat yang Engkau berikan ya...ALLAH.
thanks still gives me valuable things in my life

Aku...

Ingin seperti angin
Bebas melayang, mencari ketenangan
Tapi...
Dia tak bertujuan, penuh dengan keinginan dan tak menentu

Ingin seperti elang
Bebas terbang mengarungi alam
Tapi...
Dia tak dapat bicara tuk ungkapkan perasaan
Bahkan tuk membuat puisi ini

Ingin seperti Tuhan
Bebas berkehendak, penuhi segala keinginan
Tapi...
DIA terlalu sempurna
Tuk merasakan kepedihan dan kesenangan sepertiku

Aku...
Ingin seperti diriku adanya