18 January, 2009

...big wish...


Mohon doanya...
InsyaAllah semuanya dimudahkan dan berjalan lancar
Dan tak lupa akan saya kabari /(^_^)\

13 October, 2008

a!

kutemukan tak terduga dalam sunyi
ketika hujan hanya dapat kunikmati sendiri

05 October, 2008

21 September, 2008

new journey



Suatu waktu aku melakukan perjalanan di suatu daerah, kuceritakan kepadamu betapa tak terbiasanya diriku bermalam di tempat yang mewah dengan segala fasilitasnya, keesokan harinya perutku mual setelah menyantap sarapan yang berlabel nama-nama yang sulit untuk dimengerti. Suaramu diseberang sana tertawa renyah mendengar suaraku yang sedikit bernada manja.Kau tahu mengapa?sebab kebersahajaanmu selalu menemaniku, seperti halnya malam itu. Kau bertanya lembut mengapa tengah malam aku masih belum terlelap sedangkan ruangan terasa sejuk, suara Norah Jones mengalun lembut ditemani aroma sandalwood therapy yang kubeli siang tadi. Kau pun bertanya apakah di saat berlibur pun aku masih memikirkan setumpuk pekerjaan kantor. Lalu kujawab kantuk belum menyapaku dan pikiranku tidak tertuju pada setumpuk pekerjaan, kujawab ada satu hal yang cukup menggangguku sebelum melakukan perjalanan. Kau terdiam, sebab aku yakin kau tahu jawabannya, lalu kau melanjutkan dengan berkata agar aku menjaga kesehatan dan berhati-hati. Aku pun berucap terima kasih, lalu mengingat kembali apa yang kau katakan beberapa hari sebelumnya.
"dalam setiap mengambil keputusan, ada dua hal yang paling dipertimbangkan: 1. hal itu dapat membuat diri bahagia, 2. hal itu memiliki efek jangka panjang (visi)"

Lalu akhirnya aku terlelap sambil berjanji untuk menikmati perjalanan esok hari. Selepas subuh kumeminta diantar ke suatu pantai dimana matahari kan terbit. Hendak menemukan pagi, batinku. Duduk di tepi pantai, sebuah kapal yang bersandar seakan-akan meminta aku masuk untuk melakukan perjalanan. Alunan The Scientist milik Coldplay mengiringi, kukirimkan pesan pendek untukmu yang mengatakan betapa bahagianya aku dengan apa yang sedang kulakukan. Lalu kau menjawab ringan "i can imagine your smile". Tanpa direncanakan, tanpa disangka-sangka aku dan kau melebur dalam rindu, lalu memutuskan akan melakukan perjalanan bersama. Aku mengijinkanmu untuk berlabuh menjemputku dan merencanakan perjalanan kita selanjutnya.

Your just too good to be true, you are too worthed and i know you deserve to have it.

"Lord, protect our doubts, cause doubt is a way of praying. It's doubt that makes us grow cause it forces us to look fearlessly at the many answers that exist to one question. And in order for this to be possible."

"Lord, protect our decisions, cause decision is a way of praying. Give us the courage, after our doubts, to be able to choose between one road and another. May our YES always be a YES, and our NO always be a NO. Once we've choosen our road, may we never look back nor allow our soul to be eaten away by remorse. And in order for this to be possible"

"Lord, protect our actions, cause action is a way of praying. May we, through work and action, share a little of the love we receive. And in order for this to be possible."

"Lord, protect our dreams, cause dream is a way of praying. Make sure that, regardless of our age or our circumtances, we're capable of keeping alight in our heart the sacred flame of hope. and perseverence. And in order for this to be possible."

(The forgetable prayer, Like a flowing river - Paulo Coelho)
*foto: menunggu pagi di Sanur, koleksi pribadi.

15 September, 2008

......

Cinta, di hati tiap wanita adalah segalanya bukan sebagian.
Itulah kodrat wanita. Cinta lebih dari sekedar ambisi bagi pria.

Cahayanya,

Hidupnya,

Nafasnya,

Tanpa pilihan selain kematian


(jelang tidur: 1 message received)


Cinta antara jiwa dalam hadist Rasulullah:

“Jiwa-jiwa itu bagaikan tentara-tentara berbaris rapi; Jika saling mengetahui (mempercayai) mereka akan bersatu, dan jika saling mengingkari, mereka akan berpisah.”
(HR. Bukhari)

Ramadhan kali ini

Saya agak kurang tidur, karena banyak melakukan hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan. Saya menikmatinya...

Saya selalu mimpi indah dan selalu diserbu sms-sms lucu menjelang buka dan sahur dari orang-orang tercinta. Saya menikmatinya...

Saya datang lebih pagi ke kantor dan pulang lebih cepat, bersyukur kakak ketiga saya mau meluangkan waktunya untuk mengantar jemput adiknya di sela-sela kesibukannya. Berusaha untuk tidak lembur, demi berkumpul. Saya menikmatinya...

Saya rajin ngobrol dengan ibu sambil belajar memasak, lebih tepatnya menemani dia memasak dan bertanya banyak hal. Bercanda dengan kedua adik yang tak kalah cerewet dengan kakaknya yang satu ini. Suasananya berbeda. Saya menikmatinya...

Saya rajin bertandang ke rumah-rumah saudara dan sahabat, sekedar menyapa atau bahkan lebih sering buka bersama. Saya menikmatinya...

Saya memiliki waktu luang untuk membaca, meski masih kesulitan untuk menulis kembali. Saya tetap menikmatinya...

Saya ditemani dia yang selalu menyimpan rindunya untuk saya, juga sebaliknya. Dan membicarakan banyak hal tentang rencana masa depan. Saya sungguh menikmatinya...

Saya berkunjung ke makam dua kakak, tidak dengan membawa bunga dan air mawar. Hanya bercakap-cakap sebentar lalu ditutup dengan iringan doa-doa terkhusus Al Fatiha. Saya menikmatinya...

Ramadhan kali ini, tetap saja berbeda dari sebelumnya. Sungguh saya sangat menikmatinya...

I had to praise YOU like i should, alhamdulillah...

14 September, 2008

Unintended



You could be my unintended,
Choice to live my life extended,
You could be the one I'll always love.

You could be the one who listens,
To my deepest inquisitions,
You could be the one I'll always love.

I'll be there as soon as I can,
But I'm busy mending broken,
Pieces of the life I had before.

First there was the one who challenged,
All my dreams and all my balance,
He could never be as good as you.

You could be my unintended,
Choice to live my life extended,
You should be the one I'll always love.

I'll be there as soon as I can,
But I'm busy mending broken,
Pieces of the life I had before.

I'll be there as soon as I can,
But I'm busy mending broken,
Pieces of the life I had before.
Before you.

(Unintended, by: Muse)

05 September, 2008

Frost said, I said

Frost said in his poem:

two roads diverged in a wood,
and I - I took the one less traveled by,
and that has made all difference.

and I made it into:

two roads diverged in a wood,
and I - I took the one less traveled by,
I took it with you
and that has made all perfect.

13 August, 2008

jangan datang malam ini

kau datang mengejutkan diriku,
menikam hatiku, detak jantungku
sesungguhnya ku tak inginkan dirimu
di saat ini, di tempat ini

di pelupuk hatiku melupakanmu
di pusara jiwaku
pernahku memilki kisah tersembunyi dalam hidupku

mengapa???
kau harus datang disini
malam ini...
tak bisa aku hindari
maafkan...
bila ku menafikanmu

bukan saatnya dan belum waktunya

apapun yang terjadi
kau tahu...
sebenarnya hidupku, sudah menyenangkan
saat ini, sudah cukup, cukup sudah, cukup sudah
kuberbahagia...

tak sepatutnya kita berjumpa lagi
tak sepantasnya aku, menyimpan perasaan di satu tanganku yang lain

semua tlah berakhir di hari itu
tak perlu kususun lagi serpihan yang dulu
aku tak bisa menjadikan semuanya sempurna
hanya karena keinginan yang terbaik bagi semua

mengapa???
kau harus datang disini
malam ini...
tak bisa aku hindari
maafkan...
bila ku menafikanmu


kali ini aku menyerah
berulang kali kenangan dan dirimu menyerbu
dan kau tak pernah jemu menyapaku
kita saling mengungkap seperti dulu

kau dan aku terpisah jarak dan waktu
dan berada dalam pertaruhan yang sama

aku merindukanmu, sangat!


(*dua tahun lalu di bulan agustus, tidakkah kau mengingatnya?)

10 July, 2008

bubbly

Will u count me in?


I’ve been awake for a while now

You’ve got me feelin’ like a child now

‘Cause every time I see your bubbly face

I get the tinglies in a silly place


It starts in my toes, and I crinkle my nose

Wherever it goes I always know

That you make me smile; please stay for a while now

Just take your time wherever you go


The rain is fallin’ on my window pain

But we are hiddin’ ini safer place

Under cover stayin’ dry and warm

You give me feelings that I adore


They starts in my toes, make me crinkle my nose

Whereever it goes I always know

That you make me smile; please stay for a while now

Just take your time wherever you go


But what am I gonna say?

When you make me feel this way

I just… mmm


And its starts in my toes, make me crinkle my nose

Whereever it goes I always know

That you make me smile; please stay for a while now

Just take your time wherever you go


I’ve been asleep for a while now

You tucked me in just like a child now

‘Cause every time you hold me in your arms

I’m comfortable enough to feel your warmth


It starts in my soul, and I lose all control

When you kiss my nose, the feelin’ shows

‘Cause you make me smile; baby, just take your time now

Holdin’ me tight


Wherever, wherever, wherever you go…

Wherever, wherever, wherever you go…

Wherever you go I always know

‘Cause you make me smile, even just for a while


Colbie Caillat

18 June, 2008

Aaaaaarrrrrggggghhhhh!!!

AAAaaarrrrggghhh...

AAAaaarrrrggghhh...

AAAaaarrrrggghhh...

(*try to keep cooling down)
- dari berdiri ambil posisi duduk,
- tarik nafas dalem-dalem,
- minum air putih 2 gelas,
- istighfar - istighfar, nggak mempan juga
- finally sms eni tells that i had a bad day today, shit!!!
-
last, i'm just singing arround coldplay, travis 'n vanessa carlton

I've promises to myself not to out of control if there's something bother 'n make me in anger.

13 June, 2008

monolo[gue]

Trust yourself, even if you make a mistake, it will be one that will teach you. It'll also help you avoid that same pitfall next time.
I try to trust myself, but there's so many consideration to take it. should i? i know each of the risks that i'll take, and it's properly happen for the person who want to learn.

Making choices about your life based on what you think other people want you to do is not only unhealthy, it's unwise.
Unhealthy i agree. Unwise??? it's hard to take into account bout wise or not, because what you think and done will involve people you love.

No one knows what is best for you better than you "yourself", so stop listening to the know it alls who just love to hear themselves talk.
Is it? Sometimes God give you sign to rethink again for what you'll do. And sometimes God give the way that you don't fully like, not to hurt you. Trust it!

Independent thinking is not only healthy, it is wise!
Is it???Healthy not to hurt yourself, but could it call wise if hurt some people?

12 June, 2008

Sahabat: Hadiah Terindah /(^_^)\



Hari minggu lalu dapat hadiah dari salah satu sobat yang langsung menyeringai, "eh sul, nanti kalo lo mau nyeritain hal ini di blog lo, ganti nama gue jadi d' sastrous yaa. Biar agak kerenan dikit"

Saya cuma bisa tertawa, kami pun tertawa.
Hadiahnya spesial, dalam rangka bertambahnya usia saya katanya [meski tepatnya masih beberapa hari ke depan], bahasa gaulnya "hadiah ultah". Bungkusnya berwarna biru, bendanya perpaduan warna biru dan kuning, plus secarik surat yang isinya membuat saya mengharu biru [ya ampuuunnn serba biru!] sambil ketawa-ketawa karena isinya yang dramatis nan konyol! Gimana enggak, dari bungkusnya yang saya buka terciumlah wangi bunga melati. Pikir-pikir dia menyemprotkan minyak wangi aroma melati di bungkus kado itu, ternyata bunga melati yang asli masih segar ditaruh di dalamnya. MasyaAllah! kali ini suasana menjadi berkesan dramatis, konyol nan romantis [hehehe...]

Belum waktunya dia sudah datang ke rumah jauh-jauh [dari Kalideres ke Tanjung Priok, berapa kilometer ya???] untuk membawakan tuh hadiah, tapi tetap saja waktu memberikannya tidak berkesan dramatis. Tetap saja penuh ketawa-ketiwi plus caci maki [pfiuuhhhh!], karena dia meminjam beberapa bukuku lagi.

Sahabatku yang lucuuu: Ali Sastro Amijoyo.
Tengkiuuuuuuu yaaa..Allah mengirim dirimu menjadi teman aja, sultra bersyukur banget! Cukup satu yang seperti dirimu kawan :D


Besoknya Bellamy yang sudah kembali menetap di Bogor menelpon.
Keesokannya lagi Fandi sms hal-hal yang konyol dan ternyata usut punya usut dia sekantor dengan Daeng Ipul.
Tadi malam Gunawan yang di Inco Sorowako menelpon dan bercerita banyak hal.

Huwaaaa...tiba-tiba merasa terbang tinggi [kelewat hepi] karena selang waktu yang sebentar mereka muncul seperti janjian saja. Ingin rasanya ngumpul lagi di Losari seperti jaman kuliah dulu [kesannya dah tua banget!]
Thanks lot bud /(^_^)\

Thanks lot God, in the name of YOU, most gracious most merciful. May YOUR bless always with us in our friendship.

23 May, 2008

Sudah biasa...

Lagi dan lagi persis kata Andra and The Backbone.

Lagi-lagi ada yang hilang,
Ngasih kritik dikira subversif lalu dibungkam,
Trus kreatif kurang di publish juga diredam,
Bagaimana bisa bangkit?
Kalo masih diinjak-injak
Bagaimana bisa maju?
Kalo anti kritik

lucu! katanya itu sudah biasa...
ahh...yang penting keluarkan saja slogan:
INDONESIA BISA!

22 May, 2008

Sebuah Jaket Berlumur Darah



Sebuah jaket berlumur darah

Kami semua telah menatapmu

Telah berbagi duka yang agung

Dalam kepedihan bertahun-tahun


Sebuah sungai membatasi kita

Di bawah terik matahari Jakarta

Antara kebebasan dan penindasan berlapis senjata dan sangkur baja


Akan mundurkah kita sekarang

Seraya mengucapkan “Selamat tinggal perjuangan”

Berikrar setia pada tirani

Dan mengenakan baju kebesaran sang pelayan?


Spanduk kumal itu, ya spanduk kumal itu

Kami semua telah menatapmu

Dan diatas bangunan-bangunan

Menunduk bendera setengah tiang


Pesan itu telah sampai kemana-mana

Melalui kendaraan yang melintas

Abang-abang beca, kuli-kuli pelabuhan

Teriakan-teriakan di atap bis kota, pawai-pawai perkasa

Prosesi jenazah ke pemakaman

Mereka berkata

Semuanya berkata

LANJUTKAN PERJUANGAN!


(Sebuah Jaket Berlumur Darah, Taufiq Ismail, 1966)

21 May, 2008

Prinsip, keras kepala dan ke-GILA-an

"Everything tells me that I am about to make a wrong decision, but making mistakes is just part of life. What does the world want of me? Does it want me to take no risks, to go back to where I came from because I didn't have the courage to say "yes" to life?"



Kalimat dari Eleven Minutes karya Paulo Coelho sepertinya menjadi tepat dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini. Saya yakin setiap orang hampir selalu mengalami konflik batin ketika harus mengambil tiap keputusan dalam hidup, bahkan keputusan sekecil apapun. Sedari lahir selalu ada pilihan-pilihan dan semuanya akan berujung pada jalan hidup. Adalah selalu menjadi hal yang rumit ketika sudah mengambil keputusan tiba-tiba muncul hal-hal yang boleh dikatakan mengusik hati dan pemikiran. Biasanya hanya akan ada dua kemungkinan ketika ada dalam kondisi itu, pertama "apakah konsistensi saya sedang diuji?sehingga untuk lebih mempertebal keyakinan atas keputusan yang sudah saya ambil atau memperjelas komitmen dalam diri", kedua "apakah ini pertanda agar saya mempertimbangkan keputusan sebelumnya?, karena ada hal-hal lain yang belum saya pikirkan dengan matang dan akan berdampak ke depan maka Tuhan memberikan alternatif dengan cara-Nya".

Cukup pusing dan bingung memikirkan mana yang menjadi dasar, apakah yang pertama atau kedua. Seperti menebak-nebak suratan Tuhan, meski yang kedua bisa jadi mulai masuk ke ranah fatalis atau oportunis. Kebetulan saya orang yang kurang setuju dengan sikap fatalis, alhasil suka mencari-cari dengan menghubung-hubungkan tiap-tiap kejadian untuk menyusun kesimpulan, bertanya dengan beberapa orang (yang mungkin saja bisa membuat orang yang ditanya itu bingung, hehehe...), buntut-buntutnya melamun.

Katanya wajar jika dalam proses mengejawantahkan keputusan tersebut banyak pro dan kontra, ada yang mendukung ada yang kurang sepakat bahkan tidak setuju dan tidak mendukung. Mau tidak mau tetap saja harus bersikap, asal jangan plin plan dan bersembunyi dibalik alasan ketidakpastian atau kepastian.

Minggu lalu saya mengajukan pertanyaan kepada orang yang saya pikir mungkin bisa jadi membantu menemukan jawaban yang saya cari:
"Mau tanya tentang konsistensi, prinsip, ujian, kemungkinan dan pengambilan keputusan. Masalahnya konflik batin dan pemikiran dari setiap keputusan yang diambil manusia, karena setelah sebuah keputusan diambil, bersamaan akan muncul kemungkinan-kemungkinan. Entah itu studi , pekerjaan, dsb (klo mnurutku smuanya trkait dan akan mnentukan jln hidup). Analisis SWOT blm bs menjawab, apa ini konsep ujian-Nya atau cara-Nya untuk memberikan pertanda atas keputusan awal atau bagaimana?Dipikir-pikir selalu berulang, cuma peristiwa dan waktu yang membedakan."

jawaban-jawaban berbeda saya terima:

pertama, "selalu keputusan itu jatuhnya ke diri manusia itu sendiri. di satu sisi jalan menuju kemuliaan, membantu mencaerdaskan orang lain amal jariahnya tak putus. di sisi lain tawaran itu adalah big money dimana kamu juga berkewajiban membantu keluarga juga kan? ;) "
(hikzz...kalo sudah bicara keluarga tambah berat)

kedua, "gitu ya?(diam..), emang sekarang masalahnya apa?coba lo ceritain, mengingat kan kalo tahu masalahnya gue bisa lebih fokus". Lalu saya ceritakan, dan sudah saya duga jawaban yang akan muncul "bagus itu, kenapa nggak lo coba aja?kan lebih pasti, gini deh..lo pikir-pikir lagi rencana dari keputusan awal lo. Gue juga sebenernya lagi mikir gue juga fokusnya bakal kemana, gue jadi bingung nih sul."
(ya ampuuuunn...akhirnya sama-sama bingung deh!)

ketiga, "jujur saja sebenarnya kadang-kadang saya ada kendala dengan hal tsb.Kalau prinsip mnurutku ada yang harus kaku dan memang harus seperti itu, hal yang berkaitan dengan din misalnya. Tentu saja prinsip itu ada juga yang mesti disesuaikan dengan kondisi. Konsistensi kadang-kadang susah juga menjaganya. Kalo orang hidup pasti ada cobaannya, kita diuji sesuai kemampuan kita dan pasti ada hikmahnya, sebenarnya sandaran paling baik adalah din. Tentu dengan pemahaman yang benar. Keputusan butuh masukan dari keluarga juga, jangan ambil keputusan secara emosional."
(hampir dua tahun lalu saya memikirkan dan membuat rencana)

keempat, "hidayah itu adalah konsistensi, disiplin. begitu menurut yang saya pahami. orang baik dan besar menurut sejarah adalah orang yang teguh pada prinsip tapi tidak fatalis pada nasib."
(dibaca berulang-ulang, dalem euy!)

Sampai sekarang masih mencari-cari lagi. Ahh!!! apa saya terlalu berputar-putar pada wilayah definisi bukan substansi?

Syukurlah mama cuma berkomentar (tentu saja raut wajahnya menandakan masih kurang sepakat) dengan rencana yang mau saya jalani ini dengan kalimat:
"apa nggak dipikir-pikir dulu?yang wajar-wajar saja nak...coba kali ini jangan keras kepala"

Saya pun cuma bisa tersenyum.

24 April, 2008

WORLD BOOK DAY 2008 INDONESIA




WORLD BOOK DAY INDONESIA 2008
Literasi Mengubah Kehidupan

Rabu 23 April s.d. Minggu 27 April 2008
jam 09.00 s.d. 19.00 wib

Museum Bank Mandiri
Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta Pusat
(seberang Stasiun Kereta Kota dan Halte Busway Jakarta Kota)

PENGANTAR
World Book Day yang dirancang oleh UNESCO adalah
sebuah perayaan buku dan literasi yang diadakan setiap tahun di seluruh dunia. Indonesia pertama kali melaksanakannya di tahun 2006, bertepatan dengan 10 tahun diperingati oleh UNESCO, dengan prakarsa Forum Indonesia Membaca yang didukung oleh berbagai pihak, baik itu pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas dan masyarakat umum. Pada awalnya adalah bagian dari perayaan Hari Saint George di wilayah Katalonia sejak abad pertengahan dimana para pria memberikan mawar kepada kekasihnya. Namun sejak tahun 1923 para pedagang buku memengaruhi tradisi ini untuk menghormati Miguel de Cervantes, seorang pengarang yang meninggal dunia pada 23 April. Hingga itu sejak tahun 1925 para perempuan memberikan sebuah buku sebagai pengganti mawar yang diterimanya. Pada masa itu lebih dari 400.000 buku terjual dan ditukarkan dengan 4 juta mawar. Pada tahun 1995, Konferensi Umum UNESCO di Paris memutuskan tanggal 23 April sebagai World Book Day berdasar keberadaan Festival Katalonia serta pada tanggal tersebut, Shakespeare, Cervantes, Inca Garcilaso de la Vega dan Josep Pla meninggal dunia sedangkan Maurice Druon, Vladimir Nabokov, Manuel Mejía Vallejo and Halldór Laxness dilahirkan. Walaupun pada kasus Shakespeare dan Cervantes ada sedikit perbedaan karena masing–masing meninggal dihitung dengan system kalender yang berbeda dimana pada masa itu Inggris masih mempergunakan system Kalender Julian sedangkan Katalonia mempergunakan sistem Kalender Gregorian.

Perayaan ini merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang, penerbit, distributor, organisasi perbukuan serta komunitas–komunitas yang semuanya bekerja sama mempromosikan buku dan literasi sebagai bentuk pengayaan diri dan meningkatkan nilai–nilai sosial budaya kemanusiaan. Secara umum, tujuan diselenggarakannya World Book Day sebagai sebuah world event adalah untuk menyemangati masyarakat, terutama kalangan anak–anak untuk mengeksplorasi manfaat dan kesenangan yang bisa didapat dari buku dan membaca.

Acara–acara yang mengangkat dunia literasi sudah diselenggarakan di Indonesia, diantaranya ada 'Hari Buku Nasional', 'Hari Kunjungan Perpustakaan' sampai berbagai pameran dan bazaar buku (book fair) di tingkat lokal maupun nasional. Seiring dengan adanya globalisasi informasi dan perkembangan ilmu pengetahuan, sudah saatnya kita melebarkan aktivitas kita dalam dunia perbukuan dengan ikut berpartisipasi melakukan perayaan buku berskala internasional agar lebih menggaungkan buku dan literasi di tengah masyarakat Indonesia.

Forum Indonesia Membaca (FIM), sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang berkonsentrasi di aktivitas literasi, berupaya membuka ruang partisipasi seluas–luasnya kepada masyarakat dalam penguatan budaya baca. Setelah sukses dengan World Book Day yang diadakan pertama kalinya di Indonesia pada tahun 2006 dan kedua tahun 2007 di Plasa Depdiknas dan Perpustakaan Diknas, Senayan, Jakarta, dan banyaknya permintaan dari komunitas literasi, lembaga, penerbit buku dan masyarakat umum maka di tahun 2008, Forum Indonesia Membaca, dengan mengambil tema ’Literasi Mengubah Kehidupan’, berusaha merealisasikan kembali pelaksanaan World Book Day di Indonesia menjadi sebuah tradisi di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Festival yang bertujuan merayakan buku dan literasi, dimana acara World Book Day membuka partisipasi masyarakat sebesar–besarnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya buku dan membaca, serta mengapresiasi dunia perbukuan itu sendiri, baik itu terlibat sebagai pembicara, pengisi acara, peserta, maupun sebagai pengunjung. Tahun ini dipilihlah musium sebagai salah satu alternatif pembelajaran sebagai tempat pelaksanaan festival dan pameran.

Kegiatan selama penyelenggaraan World Book Day 2008 ini ditujukan untuk memunculkan wacana di masyarakat akan pentingnya buku, dunia membaca dan menulis sehingga muncul kesadaran di masyarakat untuk menggunakan literasi sebagai media perubahan dalam kehidupannya.


Program Acara, Festival dan Pameran dapat dilihat di sini atau di sini

PERAYAAN WORLD BOOK DAY 2008 INDONESIA
23-27 April 2008 - Museum Bank Mandiri Jakarta

Kegiatan Harian :
Pameran Buku, Pameran Komunitas, Pameran Lukisan, Festival Makanan Indonesia, Wisata Kota Tua, Lomba Tebak Buku, Bike Endemy Majalah Cycling, Library Clinic Himaka Library Care

Indonesia Membaca! adalah gerakan berkelanjutan bersifat kultural edukatif yang berupaya memperbanyak akses informasi, memfasilitasi dan membuka ruang partisipasi seluas-luasnya kepada masyarakat dalam penguatan budaya baca. Sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menguak kecintaan akan ilmu pengetahuan, seni dan nilai-nilai kemanusiaan, gerakan ini mensosialisasikan aktivitas membaca dan menulis di tingkat lokal (local literacy) serta mendukung tumbuhnya perpustakaan-perpustakaan komunitas (community libraries).


22 April, 2008

pfiuhhh!!!


SMANGAT!!! Seize the day :)


IFRS dan buku Keputusan Menteri selalu bikin kepala puyeng.
Cocok untuk pengidap insomnia, kalau mau cepat tidur.


Hayyo...baca, baca, baca, :(

huwaaaaa....berasa kuliah lagi, tapi kayaknya yang ini aslinya kuliah, kuliah beneran. Berkutat dengan textbook karangan ini lah, itu lah...

Fortunately batal ikut brevet A dan B perpajakan Indonesia.

pfffiuhhh!!!

sebelum kena gejala typhus


masih disuruh istirahat di rumah, tapi sudah tak tahan nggak ngapa-ngapain (dari hari Sabtu sampai Senin di rumah bed rest, huhuhu...). Sabtunya sahabat sok baik si Ali Sastro bertandang ke rumah, membawakan beberapa dvd untuk saya tonton (hehehe...), tapi batal pergi bareng ocha ke PIM nonton sinema Prancis (hari terakhir pula! huhuhu...).

Selasa mulai menyibukkan diri.
Dasar! pegawai yang sok rajin, masuk kerja meski masih belum fit.
i don't want to pass precious moment with my team on preparation of the exam and big event.

09 April, 2008

ps: mohon dikomentari

hari ini dari sebuah milis perbukuan saya menerima e-mail dari penerbit koekoesan.
Begini isinya:

Mohon pembaca sekalian untuk mengomentari blog tentang buku "Renung dan Canda Pelawak Bersorban"
Terima kasih

Menarik deh! Ada yang tertarik berkunjung? Atau juga mau mengomentari, silahkan...

(*lagi mencari-cari tuh buku)

22 March, 2008

Undangan diskusi buku sastra dari Makassar @ TIM

Dalam bingkai sebuah inisiatif independen Sastra dari Makassar, dua buku yang baru terbit; kumpulan puisi M. Aan Mansyur, Aku Hendak Pindah Rumah, dan kumpulan cerpen Lily Yulianti Farid, Makkunrai, akan didiskusikan.

Tempat : Galeri Cipta 2, Taman Ismail Marzuki
Waktu : Senin, 24 Maret 2008, pukul 19.00 - 22.00

Pembicara :
- Nurhady Sirimorok (Pengamat sastra dan budaya, Komunitas Ininnawa Makassar)
- Zen Hae (Penyair dan cerpenis, Ketua Komite Sastra DKJ)
-
Mariana Aminuddin (penulis, Pemimpin Redaksi Jurnal Perempuan, Jakarta)

Kami mengundang seluruh teman-teman untuk hadir di acara tersebut.

Hormat kami,

M. Aan Mansyur
Lily Yulianti Farid


catatan:

Selain di Makassar dan Jakarta, kedua buku ini juga akan didiskusikan di beberapa kota lainnya di Indonesia, di antaranya; Serang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Mojokerto, Malang, Semarang, Surabaya, Gresik, dan Bojonegoro.

Info tentang Sastra dari Makassar bisa dibaca di www.sastradarimakassar.org

TENTANG DUA BUKU

Aku Hendak Pindah Rumah
Kumpulan Puisi M. Aan Mansyur
Nala Cipta Litera, Februari 2008
Pengantar: Hasan Aspahani

Komentar pembaca:
Cinta betul-betul menjadi hal terutama dalam hidup. Siapa beroleh cinta, dia beroleh kemenangan. Lewat buku puisi ini, M. Aan Mansyur menjelmakan dirinya menjadi pecinta yang sempurna. "Lubang tanam bagi mayatmu," begitu katanya. Maka sepenggal kisah hidupnya yang tersaji dalam buku puisi ini begitu nikmat untuk diselami.

Dedy Tri Riyadi, pengelola blog puisi: www.toko-sepatu. blogspot. com


Membaca sajak-sajak M. Aan Mansyur seperti menyimak wajah perempuan yang raut wajahnya suka berubah-ubah. Kadang suram, kadang gelisah. Satu waktu terlihat marah, di waktu lain malah tersenyum ramah. Tapi ada satu hal yang tampak sama: sajak-sajak Aan terasa sederhana, seperti wajah perempuan cantik yang tetap terlihat cantik walau tanpa dandanan meriah. Sedikit tambahan, sajak-sajaknya membuatku banyak mengenang ibu, rumah, kota tempat ibu dan rumah, kematian serta kenangan itu sendiri.

al-Muzzammil, pengelola blog puisi: www.kuasajak. blogspot. com


Saya mungkin terlalu banyak membaca puisi. Karena itulah, saya sering menemukan puisi yang ditulis oleh penyair yang lupa bahwa puisi itu adalah seni. Ya, seni puisi. Memang ada penyair yang sombong yang pernah bilang bahwa puisi itu melampaui seni dan melampaui bahasa, tapi saya tak maulah percaya sama penyair sombong itu. Saya merasa aman dan nyaman pada keyakinan saya – sampai kelak saya murtad dan mendirikan aliran sesat sendiri – bahwa puisi adalah seni, dan seni itu menawarkan keindahan. Ya, karena itulah saya amat menyukai sajak-sajak M Aan Mansyur dalam buku ini.

Hasan Aspahani, pengelola blog puisi: www.sejuta-puisi. blogspot. com


Ketika berujar, ucapan manusia telah melalui proses yang tidak ringkas. Sebagian berawal dari pantulan cahaya pada benda yang ditangkap mata. Sebagian lainnya adalah cernaan dari pesan-pesan imajinatif dari sebuah tempat yang intagible. Namun kesemuanya tetap melalui sebuah tahapan yang sama, yaitu proses metabolisme pesan-pesan dalam sebuah mesin raksasa, otak.
Puisi-puisi Aan adalah karya dari sebuah kerja serius yang memadukan kedua hal itu, kesan visual dan kesan perasaan. Mudah saja menemukan impresi ini. Cobalah kita pegat kata per kata dalam tubuh salah satu puisinya. Timanglah dan hantarkan kemampuan imajinasi anda ke suatu tempat yang nir-suara. Ketika melakukan hal itu saya sakan menemukan Aan yang sedang mengumpulkan banyak kosa kata dan memilih yang merupakan kaldu dari daftar itu. Ini kerja serius yang tidak akan dapat dilakukan dengan tergesa-gesa. Hasilnya adalah sebuah bangun puisi yang setiap unsur pembentuknya merupakan materi yang mandiri. Hal ini semakin memberikan rasa ingin untuk menyelam ke dalam sungai puisi-puisinya. Mencari sumber pusaran yang membuat permukaan air yang terlihat tenang namun arus di bawahnya ternyata bergerak deras.
Kelebihan Aan yang sedemikian rupa sedikit sulit untuk dilalui oleh mereka yang ingin/akan menulis sebuah puisi. Terlebih lagi di buku ini Aan seperti memiliki gudang dari ribuan imaji dan kearifan ciri tradisi. Saya menyimpulkannya demikian sebab puisi-puisi yang panjang haruslah ditulis dalam komposisi yang cerdik. Pemilihan kata, bentuk pengucapan dan kemampuan menjaga harmoni rasa sang pembaca agar tetap stabil. Namun laku seperti ini dapat membawa seorang penyair seakan meniti sebuah jalan setapak di sisi tebing yang rawan longsor dan jurang yang dalam di sisi sebelahnya. Bahaya yang mengendap-endap seolah bayangan maut bagi si penyair maupun pembacanya.
Dengan berposisi pandangan sebenang lebih tinggi dari pembaca lainnya saya berkesimpulan sebagai berikut : Aan memiliki pencernaan dan kemampuan memakan imajinasinya pada titik yang tidak semua orang (penyair) dapat lakukan. Ketajaman lidahnya mencecap banyak rasa seakan sebanding dengan kejelian dirinya untuk mengatur ke arah mana esensi asupannya hendak dia salurkan. Sehingga sulit dicari ampas kesiasiaan dari unsur-unsur terkecil sekalipun dalam puisinya.

Pakcik Ahmad, pengelola blog puisi: http://pakcik- ahmad.net


Makkunrai
Kumpulan Cerpen Lily Yulianti Farid
Nala Cipta Litera, Maret 2008
Epilog: Nirwan Ahmad Arsuka

-- Sebelas cerita yang ditulis khusus dengan mengangkat berbagai respon perempuan segala usia atas peristiwa sosial politik, konflik, korupsi, poligami hingga flu burung, mengambil latar lokal, nasional dan internasional. Makkunrai, yang berarti perempuan dalam bahasa Bugis, dipilih sebagai judul yang mengikat kesebelas cerita yang menampilkan tarik ulur, ambiguitas, ironi, perlawanan dan bahkan humor yang dilihat dari sudut pandang perempuan. Makkunrai adalah sebuah buku yang feminis, di mana sejumlah cerita di dalamnya terkesan mengolok-olok kekuasaan lakilaki, sekaligus mendedah kompleksitas dunia dalam kaum perempuan --
Buku ini sekaligus diterbitkan dalam bingkai inisiatif independen bernama Sastra dari Makassar , yang digagas oleh media citizen journalism Panyingkul! – Rumah Baca Bibliocholic – Penerbit Nala Cipta Litera – Forum Tenda Kata

Komentar Pembaca:
Lily Yulianti Farid terang seorang penulis yang punya semangat bercerita yang menonjol, dengan lumbung pengetahuan yang lebih dari memadai. Watak yang langsung terasa dari cerpen-cerpen di buku ini adalah bahasanya yang renyah, suasana dasarnya yang cenderung liris, humor yang kerap menari cerdas, serta kepedulian yang terus mendebur dan tak pernah surut pada dunia sekitar, khususnya dunia sosial politik yang menelikung kaum yang tak diuntungkan.

Cerpen-cerpen Lily tak jarang dihiasi oleh kejutan dan belokan tajam dalam alur, latar yang bergeser lincah, perandengan citraan yang kontras, dan keberanian yang lebih untuk mengupas stereotip dan prasangka kolektif sembari membeberkan secara lebih terbuka dan prismatis hal-hal yang biasanya disimpan rapat. Sekat-sekat kognitif antara yang lokal, nasional, dan internasional, misalnya, atau yang silam dan yang sekarang, dengan enteng diluluhkan dan dilintasi bolak-balik, sehingga pembaca bisa tercenung merasakan Indonesia yang lain; Indonesia yang sangat "daerah" sekaligus kosmopolit; Indonesia kontemporer yang sukmanya mungkin tetap berdegup tapi dengan aparatur yang kian susut jadi bayang-bayang ganjil yang salah waktu.
Sebelas cerita yang tersaji dalam kumpulan ini menghadirkan suara perempuan yang agak lain, menyempal dari arus "besar" yang banyak menggelar soal perempuan dan tubuhnya. Penyempalan Lily menyumbang sejumlah hal. Suara perempuan yang sangat berakar pada masa silamnya di sudut timur Nusantara, diramu dengan suara perempuan yang datang dari masa depan yang sangat dekat dan telah menjadi masa kini. Sekian cerita dia ikut mengembalikan humor ke khazanah sastra Indonesia kontemporer yang kadang terasa agak terlalu sibuk bersendu-sendu. Selain beberapa unsur formal komposisi yang masih perlu dikembangkan lagi, kumpulan cerpen ini berhasil menghadirkan bukan hanya kilasan Indonesia awal abad 21 yang lebih intim ke pengalaman sekaligus lebih lapang dari batas-batas tradisional yang umum disungkupkan.

(Nirwan Ahmad Arsuka, kritikus sastra dan eseis)


Cerpen-cerpen dalam Makkunrai, berada dalam posisi tarik-ulur yang mengasyikkan: metropolis sekaligus arkhais; feminis, juga patetis. Lihatlah, histografi kota-kota dunia yang referensial bersanding (sekaligus bertanding) dengan daya-tarik kota-kota lokal—dengan segala tradisinya yang menjengkelkan. Tak jarang para tokoh yang terlempar ke luar ingin direturn ke tempat asal, dan itu mesti berhadapan dengan soal lain yang tak kalah kompleks seperti kebebasan. Sebaliknya, tokoh-tokoh yang "di dalam" berjuang untuk bisa lepas ke luar, meski dengan resiko klenger dihajar kenangan.
Dalam proses itu, tokoh-tokoh perempuannya jamak berkisar dan bertolak dari (kuasa) para tokoh lakilaki, sebagai antitesis yang kadang hitam-putih. Tapi tampaknya inilah perspektif yang secara sadar dipilih pengarang dalam mendedah dunia makkunrai (perempuan). Sebuah dunia yang memang penuh tarik-ulur, ambiguisitas sekaligus kemungkinan, dan secara kebetulan menghidupkan sebaris syair lawas, "bertukar-tangkap dengan lepas," atau sebaliknya.

(Raudal Tanjung Banua, Koordinator Komunitas Rumahlebah Yogyakarta dan Redaksi Jurnal Cerpen Indonesia )



Lily bertutur tentang dunia perempuan yang ingin lepas dari tradisi dan dominasi atas nama apa pun, dengan bahasa yang lincah dan alur penuh kejutan!

(Linda Christanty, penulis kumpulan cerpen "Kuda Terbang Maria Pinto", pemenang Khatulistiwa Literary Award 2004)



Ketika saya memutuskan untuk membaca salah satu cerpen Lily berjudul "Api", kemudian berlanjut membaca cerpen-cerpen yang lain, tiba-tiba saya jadi ragu, apa benar ia masih perlu komentar dari saya? cerpen-cerpen ini bagus sekali, bahkan sejujurnya saya merasa sirik berharap bisa menulis yang serupa itu.

(Eka Kurniawan, penulis novel "Cantik Itu Luka")



Sastra dari Makassar
(sebuah inisiatif independen)
Kerjasama Panyingkul!- Biblioholic- Nala Cipta Litera-Forum Tenda Kata
Media citizen journalism Panyingkul! (www.panyingkul. com), kafe baca Biblioholic, penerbit Nala Cipta Litera dan Forum Tenda Kata meluncurkan inisiatif Sastra dari Makassar, upaya yang dikerjakan secara independen dengan mengandalkan partisipasi lembaga dan individu yang memiliki kepedulian menggairahkan kegiatan sastra kontemporer di Makassar, khususnya di kalangan kaum muda.

Sastra dari Makassar merancang program berkelanjutan melalui kelas apresiasi sastra, workshop penulisan, penerbitan karya sastra, dan pemberian beasiswa penulisan karya sastra bagi penulis muda.

Sebagai langkah awal, Sastra dari Makassar akan menggelar diskusi dan peluncuran dua buku penulis Makassar, yakni Kumpulan Puisi "Aku Hendak Pindah Rumah" karya M. Aan Mansyur dan Kumpulan Cerita Pendek "Makkunrai" karya Lily Yulianti Farid, yang diterbitkan oleh Nala Cipta Litera Makassar. Pembacaan puisi dan cerita pendek yang dirangkai dengan diskusi dan workshop akan digelar di sejumlah stasiun radio, kantong-kantong komunitas sastra, rumah baca, kampus dan sekolah menengah atas di berbagai kota di Indonesia selama pada bulan Maret dan April 2008.

Karena kami percaya bahwa inisiatif ini hanya bisa memiliki napas panjang bila melibatkan sebanyak mungkin pihak maka dengan segala kerendahan hati kami mengajak Anda semua ikut terlibat, ikut ambil bagian dalam Sastra dari Makassar. Membaca, mengapresiasi dan menulis karya sastra selayaknya berdenyut dengan gegap gempita juga di Makassar.

Salam Sastra,

Lily Yulianti Farid
M. Aan Mansyur
Muhary Wahyu Nurba
Luna Vidya
(penanggung jawab Sastra dari Makassar)